Berita Konawe

Mahasiswa KKN IAIN di Konawe Olah Limbah Sabut Kelapa Diolah Jadi Pupuk Organik Cair untuk Warga

Mahasiswa KKN IAIN Kendari, Pramana Alfandy dan rekan-rekannya berhasil menemukan inovasi pengolahan limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair. 

Penulis: Husni Husein | Editor: Desi Triana Aswan
Istimewa
Mahasiswa KKN Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Kendari, Pramana Alfandy dan rekan-rekannya berhasil menemukan inovasi pengolahan limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Kendari, Pramana Alfandy dan rekan-rekannya berhasil menemukan inovasi pengolahan limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair

Ide mengolah limbah ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap limbah sabut kelapa di lokasi kegiatan KKN desa Laywo Jaya, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara.

Pramana Alfandy dan rekan-rekannya dengan Ide mengolah limbah ini berawal dari keprihatinannya terhadap limbah sabut kelapa di lokasi kegiatan KKN.

"Limbah sabut ini jumlahnya sangat berlimpah dan berserakan dimana-mana. Limbah ini berasal dari pengolahan kelapa menjadi komoditi kopra dan minyak goreng yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat," katanya pada Rabu (7/9/2022).

"Melihat kondisi ini kami mencoba mencari literatur jurnal tentang sabut kelapa dan kami menemukan bahwa sabut memiliki kandungan hara Kalium (K) yang dapat menjadi alternatif pembuatan pupuk organik," papar Pramana, Mahasiswa Prodi Tadris IPA yang pernah meraih peringkat ke-5 lomba Karya Inovasi Nano Teknologi di OASE PTKN itu.

Baca juga: Tolak Harga BBM Naik, Mahasiswa IAIN Kendari Blokade Batas Kota Kendari Lalu Datangi SPBU Baruga

Berdasarkan literatur mereka dapatkan, Pramana bersama rekannya melakukan uji coba pengolahan limbah sabut kelapa selama 14 hari.

Bahan yang digunakan antara lain sekitar 5 kilogram limbah sabut kelapa yang dicampur dengan Effective microorganism (EM4) dan bahan tambahan air dan gula merah untuk mempercepat proses fermentasi.

"Setelah proses fermentasi ini selesai, kami uji coba ke tanaman jagung. Kami melakukan pengamatan selama kurang lebih dua minggu dan hasilnya tanaman tersebut tumbuh subur dan berdaun banyak," ujarnya.

"Kami masih akan melakukan pengamatan lebih lanjut untuk mengetahui apakah pupuk ini juga berpengaruh untuk proses pembuahan," tambahnya.

Karya inovasi ini dilirik oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) selaku penyelenggara kegiatan KKN.

Baca juga: 116 Mahasiswa IAIN Kendari Penerima Beasiswa KIP Kuliah Ikuti Workshop Peningkatan Kompetensi IT

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved