Berita Kendari
Pemandu Wisata di Kendari Dilatih Cara Penyajian Kuliner Higienis, Kembangkan Sektor Pariwisata
Melibatkan anak-anak muda, komunitas dan masyarakat umum dalam pelatihan pemandu wisata alam, peningkatan inovasi dan higenitas penyajian kuliner.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Muhammad Israjab
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemkot Kendari tingkatkan sektor kuliner dan pariwisata di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui pelatihan.
Pelatihan kali ini melibatkan anak-anak muda, komunitas dan masyarakat umum dalam pelatihan pemandu wisata alam (Ekowisata), peningkatan inovasi dan higenitas penyajian kuliner serta pemandu wisata budaya.
Pelatihan yang di gelar Dinas Pariwisata Kota Kendari ini berlangsung di Hotel Kubah 9, Selasa (23/8/2022).
Asisten 1 Pemkot Kendari Amir Hasan mengatakan, pelatihan tersebut digelar guna meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Kendari khususnya di bidang kuliner, wisata alam, wisata budaya dan perhotelan.
Baca juga: Jumlah Kunjungan Wisatawan Turun di Sulawesi Tenggara, Dinas Pariwisata Sebut Potensi Wisata Sultra
Mengingat bidang-bidang tersebut menjadi penopang perekonomian di Kota Kendari. Tentunya dengan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal yakni seluruh peserta pelatihan yang berasal dari Kendari.
"SDM lokal membuat potensi pariwisata meningkat, karena SDM lokal lebih mengenal Kendari," ujarnya
Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, para peserta dapat mempraktekkan hasil dari pelatihan tersebut, baik di bidang pariwisata dan lainnya. Serta bisa menambah perekonomian masyarakat di Kota Kendari.
Di mana ke depannya mereka akan dibina langsung oleh Dinas Pariwisata Kota Kendari dan Provinsi Sultra serta pihak swasta penyedia jasa.
Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Fauziah A Rachman mengatakan, pelatihan yang akan berlangsung selama 3 hari itu memikirkan pada teori dan praktik yang diikuti 40 peserta dimasing-masing jenis pelatihan.
Baca juga: Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Wujudkan Good Quality Event, Tingkatkan Potensi EO Lewat Workshop
"Misalnya sajian kuliner, ada narasumber yang kami undang bersertifikasi akan sampaikan materi di ruangan kemudian praktik, begitupun cagar budaya penyampaian materi di kelas dan Studi lapangan supaya peserta bisa memahami," jelasnya.
Dia berharap, setelah pelatihan tersebut para peserta dapat diberdayakan untuk masyarakat terkait pariwisata dan jika terdapat kendala dikemudian hari, bisa langsung ke Dinas Pariwisata.
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)