Berita Sulawesi Tenggara

Jumlah Kunjungan Wisatawan Turun di Sulawesi Tenggara, Dinas Pariwisata Sebut Potensi Wisata Sultra

Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat jumlah kunjungan wisatawan di Bumi Anoa mengalami penurunan. 

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
handover
Destinasi Wisata di Sulawesi Tenggara 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat jumlah kunjungan wisatawan di Bumi Anoa mengalami penurunan

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Sultra, Ammarie mengatakan selain jumlah kunjungan wisatawan, rata-rata lama tinggal dan pendapatan asli daerah pariwisata juga menurun. 

Kata dia, hal tersebut terjadi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, karena dampak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tahun 2020 lalu.

Ammarie merincikan kunjungan wisatawan pada 2020 mengalami penurunan sebesar 32,56 persen dan 2021 sebesar 35,80 persen.

Kemudian dari segi rerata lama tinggal pada 2020 mengalami penurunan sebesar 65,5 persen dan pada 2021 turun sebesar 65,10 persen.

Baca juga: Destinasi Wisata Seven Wonder di Sulawesi Tenggara, Lengkap 10 Kalender Event Pariwisata 2022

"Untuk pendapatan asli daerah (PAD) pariwisata juga turut mengalami penurunan sebesar 49,80 persen pada 2020 dan turun 66,75 persen pada 2021," ujarnya, pada Jumat (24/6/2022).

Ammarie menjelaskan potensi pariwisata di Sulawesi Tenggara, di antaranya kekayaan budaya, desa wisata, biaya yang terjangkau, dan adanya inisiatif masyarakat dalam mengembangkan pariwisata.

Sementara itu, beberapa permasalahan pariwisata antara lain kompetensi sumber daya manusia unggul masih rendah (vokasional), infrastruktur, dan fasilitas pendukung masih minim.

Menurutnya, permasalahan lain seperti kesiapan konten dan rekayasa promosi masih konvensional, kelembagaan dalam mengelola desa wisata, pengembangan produk wisata masih minim.

Masalah lainnya yaitu pemahaman masyarakat tentang desa wisata masih kurang, dukungan komitmen berbagai pihak mengembangkan desa wisata pun sama.

Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Kolaka Sulawesi Tenggara, Sungai Tamborasi hingga Rumah Adat Mekongga

"Kemudian, kurangnya komitmen dari seluruh komponen masyarakat dan tenaga pendamping desa wisata," imbuhnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved