Rabu, 13 Mei 2026

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-163: Pasukan Putin Serang Donetsk, 8 Orang Tewas, 3 Anak Luka

Kondisi terkini perang Rusia vs Ukraina Jumat (5/8/2022): 8 orang tewas dan 4 korban terluka akibat serangan pasukan invasi di Kota Toretsk, Donetsk.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-163: Pasukan Putin Serang Donetsk, 8 Orang Tewas, 3 Anak Luka
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Tim penyelamat Ukraina saat melakukan proses evakuasi di bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan militer Rusia di Kota Chasiv Yar wilayah Donetsk, Ukraina bagian timur. Adapun kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-163 pada Jumat (5/8/2022): Sebanyak 8 orang tewas dan 4 korban lainnya terluka akibat serangan pasukan invasi Vladimir Putin di Kota Toretsk, Oblast Donetsk. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Jumat (5/8/2022) telah berlangsung selama 163 hari.

Kabar terbaru di antaranya adalah sebanyak 8 orang tewas dan 4 korban lainnya terluka akibat serangan pasukan invasi Rusia di Kota Toretsk, Oblast Donetsk, Ukraina bagian timur.

Invasi dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.

Putin menyebut serangan tersebut sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Hari Ke-162: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh atas Serangan yang Tewaskan 53 Tentara

Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut sampai saat ini masih berlangsung dan belum terlihat akan segera berakhir.

Menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia-Ukraina bisa berlanjut sampai beberapa tahun lamanya.

Kabar Terkini Perang

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-163 perang Rusia dengan Ukraina:

- Ukraina telah menyerahkan beberapa wilayah di wilayah Donbas kepada pasukan Rusia, dengan Kyiv mengakui “keberhasilan parsial” Rusia dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-161: AS Dituding Bocorkan Lokasi Pasukan Putin untuk Diserang

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggambarkan tekanan yang dialami pasukannya di bagian timur negaranya itu sebagai "neraka".

Mereka telah merebut kembali dua desa di dekat Kota Sloviansk, menurut Jenderal Ukraina Oleksiy Hromov.

Namun, lanjut Hromov, telah dipaksa untuk meninggalkan tambang batu bara yang dianggap sebagai posisi pertahanan kunci saat pasukan didorong ke pinggiran Avdiivka.

- Rusia mungkin melancarkan serangan di Kherson, Ukraina wilayah selatan untuk mencoba merebut kembali momentum dari Kyiv dan telah terlihat membangun kekuatan, kata Hromov, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-160: AS Bakal Kirim Bantuan Senjata Senilai 550 Juta Dolar

Sebagian besar wilayah sudah diduduki oleh Rusia setelah merebut wilayah pada awal invasi.

Namun pasukan Ukraina telah mengembangkan serangan balasan untuk mendapatkan kembali wilayah.

- Sejumlah 3 kapal lagi yang membawa biji-bijian telah diizinkan meninggalkan pelabuhan Ukraina pada Jumat.

Ini sebagai bagian dari kesepakatan internasional yang ditengahi untuk membuka blokir ekspor biji-bijian dan mengurangi krisis pangan global.

Baca juga: Update Invasi Rusia Hari Ke-159: Crazy Rich Ukraina Tewas Diserang Pasukan Putin, Diduga Sengaja

Kapal-kapal itu menuju Turki, Irlandia, dan Inggris.

Jutaan ton biji-bijian telah tertahan di Ukraina sejak Rusia menginvasi lebih dari enam bulan lalu.

- Ukraina akan menerima paket pembiayaan lain senilai sekitar 8 miliar dolar dari Uni Eropa pada September, sumber pemerintah Jerman mengatakan kepada Reuters.

- Kanada mengirim hingga 225 prajurit angkatan bersenjatanya ke Inggris untuk memulai kembali pelatihan rekrutmen militer Ukraina, bunyi pengumuman Menteri Pertahanan Kanada.

Baca juga: Update Perang Rusia vs Ukraina Hari Ke-158: Roket Putin Hantam Kharkiv dan Kherson, 1 Orang Tewas

Sejak 2015, Kanada telah melatih 33.000 personel militer dan keamanan Ukraina tetapi pada Februari menghentikan aspek pelatihan.

- Sejumlah 8 orang tewas dan 4 korban terluka dalam penembakan artileri Rusia di Kota Toretsk, Oblast Donetsk, Ukraina timur pada Kamis, kata gubernur setempat.

Penembakan itu menghantam halte angkutan umum tempat orang-orang berkumpul.

Sejumlah 3 anak termasuk di antara korban yang terluka, menurut Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko.

Baca juga: Update Perang Rusia vs Ukraina: Serangan Balasan Pasukan Zelenskyy untuk Militer Putin

- Anggota NATO bekerja sama dengan perusahaan pertahanan untuk memastikan Ukraina mendapatkan lebih banyak pasokan senjata dan peralatan untuk dipersiapkan dalam perang yang berkepanjangan dengan Rusia, kata Sekjen NATO Jens Stoltenberg, Kamis.

"Kami memberikan banyak dukungan tetapi kami perlu melakukan lebih banyak lagi dan bersiap untuk jangka panjang." ungkap Stoltenberg dalam wawancara bersama Reuters.

- Seorang pejabat Amerika Serikat menuduh Moskow mempersiapkan untuk menanam bukti palsu agar terlihat seperti pembunuhan massal tahanan Ukraina baru-baru ini dalam serangan terhadap penjara yang dikuasai Rusia disebabkan oleh Ukraina.

Diketahui bahwa Kyiv dan Moskow saling menyalahkan atas serangan terhadap penjara di Olenivka yang dikuasai Kremlin, di timur Ukraina, pekan lalu.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-155: Ubah Taktik, Pasukan Putin Bergerak ke 3 Wilayah Selatan

- Amnesty International mengatakan tentara Ukraina membahayakan kehidupan warga sipil dengan menempatkan diri di daerah pemukiman.

Laporan itu telah ditolak oleh perwakilan pemerintah Ukraina yang mengatakan bahwa itu menyalahkan Ukraina atas invasi Rusia.

Peneliti kelompok hak asasi manusia menemukan bahwa pasukan Ukraina menggunakan beberapa sekolah dan rumah sakit sebagai pangkalan, menembak di dekat rumah dan kadang-kadang tinggal di flat perumahan.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar menuduh Amnesty "mendistorsi gambaran sebenarnya" dan gagal memahami situasi di lapangan.

(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved