Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-160: AS Bakal Kirim Bantuan Senjata Senilai 550 Juta Dolar
Kondisi terkini perang pada Selasa (2/8/2022): Ukraina kembali ekspor gandum setelah terjalin kesepakatan dengan pemerintahan Rusia di Turki
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/update-perang-rusia-ukraina-hari-ke-154.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Selasa (2/8/2022) terhitung telah berlangsung 160 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah Ukraina kembali ekspor gandum setelah terjalin kesepakatan dengan Rusia di Turki hingga AS lagi-lagi akan kirim bantuan senjata senilai 550 juta dolar ke pemerintahan Kyiv.
Invasi dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Serangan yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini bertujuan memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Invasi Rusia Hari Ke-159: Crazy Rich Ukraina Tewas Diserang Pasukan Putin, Diduga Sengaja
Konflik di antara negara bertetangga tersebut hingga kini terus berlangsung dan belum tampak akan segera berakhir.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut bahwa perang Rusia-Ukraina dapat berlanjut selama beberapa tahun.
Kondisi Terkini Perang
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-160 perang Rusia dengan Ukraina:
- Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa pemusnahan nuklir hanya salah perhitungan.
Baca juga: Update Perang Rusia vs Ukraina Hari Ke-158: Roket Putin Hantam Kharkiv dan Kherson, 1 Orang Tewas
Dalam pembukaan konferensi utama Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di New York, Guterres memperingatkan bahwa dunia menghadapi “bahaya nuklir yang tidak terlihat sejak puncak perang dingin.”
“Kemanusiaan hanyalah salah satu kesalahpahaman, satu kesalahan perhitungan dari pemusnahan nuklir,” tegasnya merujuk perang Rusia di Ukraina sebagai faktor penting.
- Sementara itu pada Senin (1/8/2022), Putin mengatakan "tidak ada pemenang" dalam perang nuklir dan itu harus "tidak pernah dilepaskan" dalam sebuah surat yang dikirim kepada peserta konferensi NPT.
Pada bulan Februari, Putin dengan tajam merujuk pada persenjataan nuklir Rusia dan memperingatkan kekuatan luar bahwa setiap upaya untuk ikut campur akan “mengarahkan Anda pada konsekuensi yang belum pernah Anda temui dalam sejarah Anda”.
Baca juga: Update Perang Rusia vs Ukraina: Serangan Balasan Pasukan Zelenskyy untuk Militer Putin
Hingga beberapa hari kemudian, Putin memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk waspada.
- Amerika Serikat akan mengirimkan 550 juta dolar dalam bentuk senjata baru ke Ukraina, termasuk amunisi untuk peluncur roket dan senjata artileri.