Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-104: Zelenskyy Akui Pasukan Putin Unggul di Sievierodonetsk
Zelenskyy mengatakan Sievierodonetsk dan Lysychansk adalah 'kota mati' ketika PBB memperingatkan perang menciptakan krisis perdagangan manusia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
- Kremlin menggambarkan langkah tiga negara Eropa timur untuk memblokir Lavrov terbang ke Serbia sebagai "tindakan bermusuhan".
Lavrov dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan di Beograd pada Senin (6/6/2022) dengan Presiden Serbia Aleksandar Vučić, tetapi terpaksa batal.
Lantaran negara-negara di sekitar Serbia, yakni Bulgaria, Makedonia Utara dan Montenegro, menutup wilayah udara mereka untuk pesawatnya Lavrov.
Baca juga: Rangkuman Hari Ke-99 Perang: 200.000 Anak Ukraina Dibawa ke Rusia, 20 Persen Wilayah Sudah Dikuasai
- Menlu AS Antony Blinken mengatakan ada laporan yang kredibel bahwa Rusia "mencuri" ekspor gandum Ukraina untuk dijual demi keuntungannya sendiri.
Blinken mengatakan dugaan pencurian itu adalah bagian dari tindakan Rusia yang lebih luas untuk mengekspor tanaman gandum Ukraina dan memperburuk krisis keamanan pangan global.
“Sekarang, Rusia juga menimbun ekspor makanannya,” sebut Blinken.
- Presiden Dewan Eropa Charles Michel menuduh Rusia menggunakan pasokan makanan sebagai "rudal siluman terhadap negara-negara berkembang".
Michel juga menyalahkan Kremlin atas ancaman krisis pangan global.
“Ini menaikkan harga pangan, mendorong orang ke dalam kemiskinan, dan mengacaukan seluruh wilayah. Rusia bertanggung jawab penuh atas krisis pangan ini,” ujar Michel pada pertemuan dewan pada Senin (6/6/2022).
Baca juga: Zelenskyy: 200.000 Anak Ukraina Dibawa Paksa ke Rusia di Tengah Berlangsungnya Perang
- Pihak berwenang AS telah menuduh oligarki Rusia Roman Abramovich mengekspor dua pesawat asal AS ke Rusia tanpa izin.
Jaksa mengatakan kedua pesawat yakni Boeing 787-8 Dreamliner dan Gulfstream G650ER, diterbangkan pada bulan Maret ke Rusia.
Ini melanggar sanksi AS yang dikenakan pada Moskow sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina.
- Keluarga anggota penjaga nasional Rusia yang telah meninggal di Ukraina dan Suriah akan menerima pembayaran satu kali sebesar 5 juta rubel 80.000 dolar, menurut dekrit Kremlin.
(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)