Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-104: Zelenskyy Akui Pasukan Putin Unggul di Sievierodonetsk
Zelenskyy mengatakan Sievierodonetsk dan Lysychansk adalah 'kota mati' ketika PBB memperingatkan perang menciptakan krisis perdagangan manusia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
Petro Andryushchenko selaku Penasihat Wali Kota Mariupol, mengatakan kota yang diduduki Rusia itu bersiap menghadapi epidemi karena mayat dan sampah menumpuk di kota.
- Kekerasan seksual di Ukraina marak terjadi dan tidak dilaporkan karena invasi Rusia "berubah menjadi krisis perdagangan manusia" menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Perempuan dan anak-anak yang melarikan diri dari konflik menjadi sasaran perdagangan dan eksploitasi” kata Pramila Patten, perwakilan khusus PBB untuk kekerasan seksual.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-102: Ratusan Pejuang Ukraina Terancam Dieksekusi Rusia
Dihadapan Dewan Keamanan PBB pada Senin (6/6/2022) Pramila Patten mengatakan:
“Kekerasan seksual adalah pelanggaran yang paling konsisten dan tidak dilaporkan secara masif.”
- Angkatan Laut Ukraina mengatakan telah mendorong mundur armada kapal perang Rusia lebih dari 100 km dari pantai Laut Hitam.
Kelompok kapal Rusia "dipaksa mengubah taktik" setelah melakukan blokade laut di pantai Ukraina selama berminggu-minggu, kata komando angkatan laut angkatan bersenjata Ukraina.
Namun informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca juga: 800 Orang Ukraina Pilih Sembunyi di Bawah Pabrik Kimia di Tengah Ancaman Rusia di Sievierodonetsk
- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengatakan Moskow akan menanggapi pengiriman senjata jarak jauh dari Barat ke Ukraina dengan mendorong mundur pasukan Kyiv lebih jauh dari perbatasan Rusia.
Pernyataan Lavrov datang setelah Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan Inggris akan mengirim artileri roket jarak jauh ke Ukraina, dengan harapan mereka dapat mengganggu artileri Rusia yang telah menggempur kota-kota di Ukraina timur.
- Zelenskyy berterima kasih kepada Inggris karena menyediakan senjata yang tepat untuk melawan Rusia.
Menurut Zelenskyy, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menunjukkan "pemahaman penuh" tentang kebutuhan Ukraina.
Adapun pemerintah Inggris pada Senin (6/6/2022) memutuskan untuk memasok Ukraina dengan sistem roket multi-peluncuran yang dapat menyerang target hingga 80 km jauhnya.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-100: Zelenskyy Sebut 20 Persen Wilayahnya Dikuasai Pasukan Putin
- Ukraina membutuhkan 60 peluncur roket ganda lebih banyak dari yang dijanjikan Inggris dan Amerika Serikat untuk memiliki peluang mengalahkan Rusia.
Oleksiy Arestovych selaku penasihat militer untuk kepala staf presiden, mengatakan kepada Guardian bahwa meskipun dia yakin peluncur roket adalah “senjata pengubah permainan”, tidak cukup komitmen untuk mengubah arus dalam perang.