Berharap Ukraina Bisa Bertahan dari Serangan Udara Rusia, AS Kirim Senjata Militer Era Soviet
Amerika Serikat kian meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina dalam upaya perlawanan terhadap invasi Rusia yang sedang berlangsung.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-9K33-Osa.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Amerika Serikat kian meningkatkan dukungannya terhadap Ukraina dalam upaya perlawanan terhadap invasi Rusia yang sedang berlangsung.
Tak hanya menjatuhkan sanksi kepada Rusia, AS juga memberikan bantuan militer terhadap Ukraina dalam peperangan ini.
Terbaru, AS mengirim bantuan perlatan militer berupa sistem pertahanan udara yang digunakan pada Era Soviet ke Ukraina.
Dilansir TribunnewsSultra.com dari Sputnik, peralatan militer tersebut diketahui telah disimpan di Alabama, AS selama bertahun-tahun.
Baca juga: Rusia Tuding Pejuang Nasionalis Ukraina Gunakan Warga Sipil sebagai Perisai Manusia
Setelah runtuhnya Uni Soviet, AS mengumpulkan beberapa sistem pertahanan rudal Soviet yang dievaluasi oleh para profesional intelijen AS dan digunakan untuk melatih personel Amerika.
Ketika situasi saat ini di Ukraina terungkap, mereka dapat mengembalikan peralatan ini ke negara Eropa timur tersebut.
AS disebut akan mentransfer senjata pertahanan udara buatan Soviet yang diperolehnya beberapa dekade lalu untuk meningkatkan persenjataan militer Ukraina di tengah perang ini, The Wall Street Journal melaporkan pada Senin (21/3/2022).
Mengutip sumber yang dirahasiakan dalam pemerintah, laporan tersebut merinci bahwa sistem yang mencakup SA-8 Gecko (9K33 Osa dalam sebutan Rusia).
Baca juga: UPDATE Hari Ke-27 Perang Rusia Vs Ukraina: Zelenskyy Desak Ingin Segera Negosiasi dengan Putin
Yang mana telah berusia puluhan tahun dan diperoleh AS untuk menilai teknologi militer Soviet yang dijual di seluruh dunia.
Para pejabat dilaporkan telah menegaskan bahwa persenjataan tersebut diketahui oleh militer Ukraina, yang mewarisi jenis peralatan yang sama setelah Uni Soviet runtuh.
Amerika Serikat diduga akan memanfaatkan gudang senjata Sovietnya.
Ketika pemerintahan Presiden AS Joe Biden mendorong untuk memberi Ukraina lebih banyak senjata agar mampu mempertahankan diri dari serangan Rusia.
Baca juga: Joe Biden Bakal Kunjungi Polandia Bahas Perang Rusia Vs Ukraina hingga Boris Johnson Ingin ke Kyiv
Menurut outlet tersebut, sebuah pesawat kargo buatan Soviet terbang ke bandara Huntsville, Alabama pada tahun 1994.
Dengan membawa sistem pertahanan udara S-300 yang diperoleh AS di Belarus sebagai bagian dari upaya rahasia senilai 100 juta dolar yang melibatkan kontraktor Pentagon.
Beberapa senjata buatan Soviet dilaporkan disimpan di Redstone Arsenal di negara bagian AS, Alabama.
Yang mana berfungsi sebagai pusat program rudal dan roket Angkatan Darat.
Baca juga: Dulu Selamat dari Holocaust Nazi, Kakek 96 Tahun di Ukraina Tewas Kena Roket Pasukan Rusia
Sumber menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari apa yang mungkin disediakan AS untuk pertahanan Ukraina akan datang dari lokasi itu.
Namun, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, Belarus S-300 tidak termasuk dalam sistem yang disediakan untuk Ukraina.
RUU pengeluaran pemerintah tahunan yang baru-baru ini disahkan Kongres dan ditandatangani menjadi UU oleh Biden dilaporkan mencakup klausul yang mengizinkan transfer pesawat, amunisi, kendaraan, dan peralatan lainnya ke militer Ukraina.
Serta mitra NATO yang sudah berada di luar negeri atau dalam persediaan yang ada.
Baca juga: Perang kian Panas, Rusia dan Ukraina Kini Rebutan Kota Mariupol: Pertempuran Terjadi di Setiap Jalan
Staf untuk Senator Republik Joni Ernst dari Iowa mengatakan kepada outlet tersebut bahwa UU yang direvisi juga akan mencakup sistem pertahanan udara era Soviet.
Sumber mengatakan Kongres diberitahu tentang keputusan AS.
Sistem pertahanan udara Rusia S-300 sudah ada di gudang senjata Ukraina.
Tetapi ditegaskan oleh Kiev bahwa militernya membutuhkan lebih banyak rudal yang beroperasi pada jarak menengah dan jauh.
Baca juga: Hari Ke-26 Perang: Senjata Rusia Kena Pabrik Pupuk Ukraina Bikin Amonia Bocor, Mal 10 Lantai Dibom
Rudal Stinger yang ditembakkan terus diberikan ke Ukraina oleh AS dan negara-negara NATO hanya efektif terhadap helikopter serta pesawat terbang rendah di dekatnya.
Adapun S-300 alias SA-10 di bawah penunjukan NATO sendiri adalah sistem pertahanan udara modern jarak jauh yang dirancang untuk melindungi wilayah besar dalam radius yang jauh lebih luas.
Sedangkan SA-8 adalah sistem pertahanan udara taktis dengan jangkauan terbatas yang dapat bergerak dengan unit darat dan memberikan perlindungan terhadap pesawat terbang dan helikopter.
Menurut para ahli militer, SA-8 memiliki jangkauan yang lebih rendah.
Baca juga: Rusia Sebar Video Ngaku Selamatkan Warga Mariupol, Ukraina Geram dan Sebut Penculikan: Dipaksa Kerja
Namun lebih dapat bermanuver dan mungkin lebih mudah untuk disembunyikan.
Menurut laporan tersebut, mengingat bahwa Kiev telah berulang kali mendesak Barat untuk membuat zona larangan terbang di atas negara itu dalam menghadapi angkatan udara Rusia.
Sehingga, dengan langkah ini AS berharap bahwa Ukraina akan dapat membangun sebuah de facto zona larangan terbang sendiri.
Baik AS dan mayoritas negara anggota NATO telah menolak permintaan Kiev untuk zona larangan terbang.
Baca juga: Putin Dituduh Culik dan Deportasi Ribuan Warga Ukraina, Lalu Angkut Jauh-jauh ke Pedalaman Rusia
Karena langkah itu dikhawatirkan dianggap sebagai intervensi langsung dalam konflik militer yang sedang berlangsung dan eskalasi yang dapat mengarah pada perang nuklir.
Sementara itu, Rusia telah berulang kali mengecam pengiriman senjata mematikan ke Ukraina sebagai eskalasi 'operasi militer khusus' Kremlin.
Selama invasi ini berlangsung, pasukan Rusia dan republik di Donbass secara teratur menemukan rudal dan amunisi Barat yang ditinggalkan oleh tentara Ukraina serta unit nasionalis di pemukiman.
(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)