Kamis, 7 Mei 2026

UPDATE Hari Ke-27 Perang Rusia Vs Ukraina: Zelenskyy Desak Ingin Segera Negosiasi dengan Putin

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian pada hari ke-27 perang Rusia dengan Ukraina yang perlu diketahui.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto UPDATE Hari Ke-27 Perang Rusia Vs Ukraina: Zelenskyy Desak Ingin Segera Negosiasi dengan Putin
Kolase The Guardian | France24
Kiri: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat pidato kenegaraan pada Senin (14/3/2022) atau hari ke-19 perang. Kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terhitung pada Selasa (22/3/2022) perang antara pasukan militer Rusia melawan Ukraina telah berlangsung selama 27 hari.

Konflik bersenjata di antara kedua negara bertetangga ini diketahui dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.

Yakni setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk melancarkan serangan berskala penuh ke Ukraina.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian pada hari ke-27 perang Rusia dengan Ukraina yang perlu diketahui:

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak pembicaraan langsung dengan Putin.

Baca juga: Joe Biden Bakal Kunjungi Polandia Bahas Perang Rusia Vs Ukraina hingga Boris Johnson Ingin ke Kyiv

"Tanpa pertemuan ini tidak mungkin untuk sepenuhnya memahami apa yang mereka siap untuk menghentikan perang." ujar Zelenskyy.

Zelenskyy juga mengatakan bahwa negara tidak akan pernah tunduk pada ultimatum dari Rusia dan kota-kota yang langsung diserang.

Termasuk Ibu kota Ukraina, Kiev, serta Mariupol dan Kharkiv yang tidak akan menerima pendudukan Rusia.

- Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan tuduhan Rusia bahwa Kiev memiliki senjata biologi dan kimia adalah salah.

Baca juga: Dulu Selamat dari Holocaust Nazi, Kakek 96 Tahun di Ukraina Tewas Kena Roket Pasukan Rusia

Biden juga menyebutkan bahwa Putin sedang mempertimbangkan untuk menggunakan senjata biologi dan kimianya sendiri.

“Punggung (Putin) bersandar ke dinding dan sekarang dia berbicara tentang bendera palsu baru,” kata Biden.

Pentagon menuduh pasukan Rusia melakukan kejahatan perang di Ukraina, dengan mengatakan ada 'bukti yang jelas' tentang hal itu.

Juru Bicara Departemen Pertahanan AS pun menyatakan akan membantu mengumpulkan bukti dari mereka.

Baca juga: Perang kian Panas, Rusia dan Ukraina Kini Rebutan Kota Mariupol: Pertempuran Terjadi di Setiap Jalan

- Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengumumkan rencana baru untuk mengembangkan 'Kapasitas Penyebaran Cepat UE'.

Rencana yang dapat memungkinkan blok tersebut untuk dengan cepat mengerahkan hingga 5.000 tentara dalam berbagai jenis krisis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved