Pasutri 16 Anak di Kolut
Rekorkah? Tuan Guru Kama-Nyonya Najrah; Pasangan dengan 16 Anak dari Pelosok Tenggara Sulawesi
Di Bulan Ramadan atau saat 16 anak berkumpul, sehari keluarga ini menanak 10 liter beras, 3 kg ikan dan lauk
Di usia perkawinan ke 26 tahun, Februari 2022, pasangan guru PNS dan ibu rumah tangga ini, dikaruniai cucu pertama.
Proses persalinan dan kelahiran ke-16 anaknya dianggapnya sebagai berkah dan kemahakuasaan Sang Pencipta.
"Alhamdulillah, hanya Faiqaah dan Dhiyaa yang lahir di rumah sakit Pangkep (Sulsel), 14 anak persalinannya di rumah panggung dibantu tetangga kami di Katoi," kata Kamaruddin Djiwa, kepada Tribun, Sabtu (5/3/2021) malam.
Alasan pasangan ini memilih tak melahirkan di fasilitas kesehatan, karena mereka tinggal di pelosok, jauh dari dokter dan bidan.
Kamaruddin terangkat jadi guru PNS di SDN 1 Katoi, Kecamatan Katoi, Kolaka Utara, sebelum orde Reformasi.
"Mafhum meki kodong, kami ini guru di pelosok Sulawesi,” kata Daeng Tombong, sapaan sayang Najrah untuk suaminya, Kamaruddin.
Dia berkisah, kala itu, jarak kampung Katoi ke Kolaka, ibu kota kabupaten sebelum pemekaran, sekitar 87 km.
Sedangkan jarak Katoi ke Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, sekitar 390 km ke timur.
Awal Februari 2022, anggota keluarga 19 anggota ini bertambah.
Nurfaaiqah Kamaruddin(25), putri sulung pasangan asal Pangkajene-Camba Sulsel ini, melahirkan anak pertamanya.
"Semoga bisa ikuti jejak kami juga, bersyukur dan tetap ikhlas menjalani hidup di rantau," katanya.
Ke-16 putri-putra Kama dan Najerah lahir dalam periode 19 tahun.
Artinya rerata tiap 16 bulan, pasangan ini dikaruniai seorang anak.
Melalui aplikasi percakapan istant, WhatsApp, Jumat (4/3/2022) lalu, Kama mengirimkan daftar nama dan usia ke-16 anaknya.
Putri tertua bernama Nurfaaiqah (1997), dan anak kedua bernama Dhiyaa Fakhria (1998).