Berita Kendari

Dikmudora Kendari Bakal Terapkan Ujian Berbasis Online, UAS Siswa Gunakan Smartphone dan Komputer

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari bakal menerapkan ujian akhir sekolah (UAS) berbasis online.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Muhdar Alimin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari bakal menerapkan ujian akhir sekolah (UAS) berbasis online.

Pelaksanaan UAS tersebut pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2021/2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Muhdar Alimin, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/1/2022).

Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mulai melakukan simulasi percobaan sistem tersebut yang diikuti sekiranya 41 SMP dan 127 SD di Kota Kendari.

Untuk pekan ini, simulasi dilakukan di sekolah jenjang SMP, yakni pada 24-25 Januari 2022, sedangkan pada jenjang SD akan dilakukan pekan depan.

Baca juga: Kepala SMKN 2 Kendari Bantah Pecat Guru, Sebut Hanya Dikembalikan ke Dikmudora

"Alhamdulillah hari ini berjalan baik, ada sekitar 2.673 peserta yang jadi sampel untuk ikut simulasi," kata Muhdar Alimin.

Muhdar Alimin menyampaikan, pelaksanaan ujian sekolah sebenarnya adalah wewenang dari setiap sekolah.

Namun untuk mempermudah pelaksanaannya serta agar tidak ada kesenjangan nilai antar sekolah, pihaknya berinisiatif untuk melakukan hal tersebut.

"Kami mengkoordinir ini supaya kualitas anak-anak di setiap sekolah tidak terlalu tinggi gapnya," ujar Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar.

"Khawatirnya kalau mereka membuat sendiri alat ukurnya, nanti tidak akan sama di setiap sekolah," tambahnya.

Baca juga: Beredar Surat Orangtua Siswa di Kendari Dilarang Menuntut Efek Vaksinasi Covid-19, Ditarik Dikmudora

UAS berbasis online itu, kata dia, menggunakan komputer yang ada di sekolah masing-masing dan sudah terhubung ke internet.

Namun untuk mengantisipasi kurangnya komputer, dan akses WiFi di sekolah, Muhdar Alimin mengatakan para siswa bisa menggunakan smartphone yang memiliki jaringan internet.

Menurutnya, para siswa bisa menggunakan smartphone karena sistem ujian online tersebut terbilang sederhana dengan menggunakan Google Form.

"Sistemnya kami pakai yang sederhana saja yaitu Google Form, siswa nanti tidak mesti memakai komputer," katanya.

"Siswa yang mempunyai handphone, ada paket datanya atau terhubung WiFi bisa mengikuti ujian ini, sistemnya diatur seperti itu untuk mengantisipasi sekolah yang tidak cukup komputer," jelasnya.

Baca juga: Dikmudora Kendari Bakal Desak BKN, Kemendikbud Ristek untuk Buka Rekrutmen PPPK Guru Agama Islam

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved