Berita Sulawesi Tenggara

Kejati Sultra Buat Sayembara, Hadiahi Uang Pemberi Informasi Akurat Keberadaan La Ode Sinarwan Oda

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) terus berupaya mengejar direktur perusahaan tambang di Kolaka.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Asintel Kejati Sultra) Noer Adi. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) terus berupaya mengejar direktur perusahaan tambang di Kolaka.

Kejati Sultra pun melakukan segala cara untuk menangkap Direktur Utama PT Toshida Indonesia, La Ode Sinarwan Oda.

Diketahui, La Ode Sinarwan Oda dinyatakan buron sejak 20 September 2021 lalu setelah mangkir dari panggilan penyidik usai dinyatakan sebagai tersangka.

La Ode Sinarwan Oda ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kawasan hutan dan persetujuan rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) pada (13/9/2021) lalu.

Sejak saat itu, direktur perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sultra itu tak terendus kejaksaan.

Baca juga: BABAK BARU Dugaan Korupsi PT Toshida, Kejati Sultra Beberkan Tersangka Baru Usai Menang Praperadilan

Kejati Sultra bahkan melibatkan intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengendus keberadaan La Ode Sinarwan Oda.

Kendati demikian, hingga kini jejak Direktur Utama PT Toshida Indonesia, La Ode Sinarwan Oda belum bisa diungkap penyidik Kejati Sultra.

Meski begitu, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) tak patah arang dan tak kehabisan akal mengejar direktur perusahaan tambang tersebut.

Kini Kejati Sultra membuat sayembara dan hadiah uang puluhan juta kepada siapapun yang bisa memberikan informasi tentang keberadaan La Ode Sinarwan Oda.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Noer Adi meminta kepada masyarakat membantu memberikan informasi yang akurat.

Baca juga: Praperadilan Dirut PT Toshida Indonesia Ditolak, Hakim Sebut DPO Tak Boleh Ajukan Praperadilan

"Kalau informasinya akurat kita kasih reward-lah, ya (Rp20 juta) tapi betul-betul akurat ya," kata Asintel Kejati Sultra Noer Adi saat ditemui di Kejati Sultra, Rabu (3/11/2021).

Akurasi yang dimaksud Noer Adi adalah informasi yang disampaikan dan seketika itu penyidik dapat bergerak untuk menangkap La Ode Sinarwan Oda.

Pasalnya, kata dia, selama ini lembaganya kerap menerima informasi dari masyarakat tapi kurang akurat.

"(Informasinya) ada di sini, di situ, tapi ketika kita datang tidak ada," tandasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved