Berita Kendari

Jalan Konggoasa Akses Menuju Pelabuhan Nusantara Kota Kendari Sudah Diaspal, Kini Tak Macet Lagi

Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara telah mengaspal akses jalan menuju dan dari Pelabuhan Nusantara Kota Kendari, Sultra. 

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Pemerintah Kota Kendari telah mengaspal jalan dari dan menuju Pelabuhan Nusantara Kota Kendari di Jl Konggoasa, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (5/10/2021). 

Jalur itu kadang pula digunakan sebagai jalan ke Pelabuhan Pangkalan Perahu, Pelabuhan Wawonii, dan Pelabuhan Wakatobi.

Namun warga juga kerap menjadikan jalur alternatif menuju Kelurahan Kampung Salo dan sekitarnya, hingga terjauh di Pantai Wisata Bokori dan Toronipa.

Baca juga: Pemadaman Listrik Sementara di Konawe Utara Kamis 7 Oktober 2021, Berikut Catat Lokasinya

Pemeliharaan Jalan

Pemeliharaan jalan tersebut memakan anggaran sebesar Rp5,3 miliar, anggaran tersebut berasal dari Dana alokasi khusus (DAK).

Pengawas teknis peningkatan jalan, Suhar Malik, berharap sebelum Agustus Jalan Konggoasa sudah rampung.

"Karena saya sebagai pengawas dan saya bertanggungjawab atas perbaikan jalan maka kami akan bekerja dengan sebaik mungkin." Katanya saat ditemui di lokasi pemeliharaan jalan Konggoasa. Rabu (24/3/2021).

Jalan menuju Pelabuhan Nusantara itu akhirnya di perbaiki Dinas PU Kota Kendari.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari mengerahkan delapan orang pekerja untuk melakukan pemeliharaan jalan tersebut.

Baca juga: Respon Gubernur Sultra Ali Mazi Soal Sengketa Lapangan Golf Sanggoleo, Serahkan ke Penegak Hukum

Sebelumnya, berdasarkan pantauan dari jurnalis TribunnewsSultra.com, Rabu (10/3/2021), akses jalan tersebut sulit dilalui terutama saat musim hujan.

Sepanjang jalur dua tersebut mengalami kerusakan cukup parah, sebab lubang sudah dipenuhi genangan air.

Sehingga membuat sulit dilalui kendaraan dan membahayakan pengendara yang melintas.

Salah seorang warga Rahman mengatakan, jalan tersebut terbengkalai bahkan tak terurus sejak lama.

"Jalan ini sudah lama tidak diperbaiki hampir 10 tahun," kata Rahman.

Baca juga: Milad ke 28 Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo, Segera Luncurkan Software Engineering Laboratory

Akibat jalan rusak, jalur itu sangat jarang dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pengendara lebih memilih melawan arus melewati jalur beraspal di sebelahnya.

Kedalaman lubang jalan sekira 15 hingga 25 sentimeter, di beberapa sisi, luas lubang sangat besar hampir memenuhi badan jalan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved