Breaking News:

Berita Konawe

Polda Sultra Usut Dugaan Korupsi 54 Desa Fiktif di Konawe, Tapi Kerugian Negara Masih Dihitung BPKP

Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra) tengah mengusut dugaan korupsi 54 desa fiktif di Kabupaten Konawe.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
Handover
Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra) tengah mengusut dugaan korupsi 54 desa fiktif di Kabupaten Konawe. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara ( Polda Sultra) tengah mengusut dugaan korupsi 54 desa fiktif di Kabupaten Konawe.

Tapi penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra tengah menunggu perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidang Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, mengatakan, penyidikan desa fiktif di Kabupaten Konawe sedang bergulir.

"Penyidik menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP Sultra," ujarnya lewat pesan Whatsapp Messenger, Jumat (16/7/2021).

Ia membeberkan, dari 54 desa fiktif, 27 desa telah diaudit dan sisanya sementara berjalan.

Dolfi mengatakan, penyidik menentukan tersangka seusai audit kerugian negara dari BPKP Sultra.

Baca juga: Kepala Desa Korumba Konawe Divonis 6 Bulan Gegara Gunakan Ijazah Palsu, Belum Dipenjarakan Kejaksaan

"Belum ada tersangka. Setelah audit keseluruhan selesai, akan dilakukan gelar perkara oleh penyidik," jelasnya.

Untuk diketahui, dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang desa fiktif di Kabupaten Konawe mencuat sejak tahun 2019.

Sebanyak 54 desa fiktif tidak memiliki dokumen yang sah secara undang-undang.

Diduga terjadi kerugian keuangan negara akibat penyalahgunaan wewenang pemalsuan 54 desa di Kabupaten Konawe tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved