Breaking News:

Berita Konawe

Kepala Desa Korumba Konawe Divonis 6 Bulan Gegara Gunakan Ijazah Palsu, Belum Dipenjarakan Kejaksaan

Kepala Desa Korumba, Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Junaidi divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Unaaha.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Fadli Aksar
Handover
AMAR PUTUSAN - Amar putusan Kepala Desa korumba Junaidi dipublikasikan Pengadilan Negeri Unaaha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Seorang kepala desa di Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Unaaha.

Kepala Desa Korumba Junaidi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan ijazah palsu.

Junaidi juga dihukum pidana penjara selama enam bulan dalam vonis yang dijatuhkan pada 24 Mei 2021 lalu.

Namun, hingga kini Junaidi tak kunjung dieksekusi penjara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe.

Junaidi awalnya dilaporkan oleh rivalnya, Umar Dani dalam pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Korumba, 13 Desember 2019 atas dugaan penggunaan ijazah palsu.

Kuasa hukum pelapor, Sukdar SH mendesak agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe melaksanakan eksekusi terkait perintah putusan.

Kuasa hukum pelapor, Sukdar SH mendesak agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe melaksanakan eksekusi terkait perintah putusan.
Kuasa hukum pelapor, Sukdar SH mendesak agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe melaksanakan eksekusi terkait perintah putusan. (Handover)

"Kami meminta kepada Kajari Konawe untuk melaksanakan perintah putusan, yang bersangkutan agar segera dilaksankan kurungan penjara," kata Sukdar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (08/7/2021).

Baca juga: Mantan Pelaksana Kepala Desa di Konawe Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp540 Juta

Baca juga: Pungli di Kawasan Tambang, Kepala Desa di Konawe Utara Ditangkap Polisi, Rp46,3 Juta Disita

Menurut Sukdar, status Junaidi saat ini menjadi terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Ia juga mendesak kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Korumba agar segera melaporkan kepada Bupati Konawe melalui Camat Anggotoa untuk proses pemberhentian Junaidi.

Selain Junaidi, Kepala Sekolah SMA Swasta Kurnia Puday, Zailan juga dilaporkan oleh Umar Dani pada 16 Januari 2020 lalu dengan tanda bukti laporan Nomor : TBL/10/1/SPKT Polda Sultra.

Diketahui, pada 13 Desember 2019 lalu diadakan pemilihan Kepala Desa Korumba, Kecamatan Anggotoa yang diikuti dua pasangan calon yakni Umar Dani dan Junaidi.

Junaidi kemudian dilaporkan atas dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Umar Dani pada 16 Januari 2020.

Hingga berita ini terbit, media ini sedang meminta konfirmasi kepada Kejari Konawe.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved