Berita Terkini Kendari Hari Ini
Dewan Minta Model Pembelajaran Ini, Untuk Belajar Tatap Muka di Kota Kendari
Menurut Rajab Jinik, pendekatan zona wilayah dirasa tetap untuk dilaksanakan belajar secara langsung.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/proses-ptm-di-sekolah.jpg)
Sekolah Buka Juli 2021, DPRD Kendari Sarankan Pakai Metode Zonasi
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendari minta pemerintah kota (pemkot) menerapkan model zonasi dalam proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM), pada Juli 2021.
"Kita menyarankan agar dinas pendidikan melakukan pendekatan dengan cara zonasi. Misalnya jika ada zona merah atau kuning meski sudah siap belajar tatap muka tidak boleh dilakukan," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik melalui telepon, Senin (22/3/2021).
Menurut Rajab Jinik, pendekatan zona wilayah dirasa tetap untuk dilaksanakan belajar secara langsung.
Itu karena melihat tingkat penyebaran Covid-19 di wilayah atau kecamatan yang berbeda-beda.
Untuk itu, data dari satuan tugas Covid-19 Kota Kendari harus menjadi acuan dinas pendidikan jika proses pembelajaran tatap muka berlangsung bulan Juli 2021.
"Saya pikir jika di satu wilayah sudah zona hijau tidak masalah dilakukan tatap muka," ungkap Politisi Golkar itu.
Meski begitu, Politisi Partai Golkar itu meminta pelaksanaannya tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.
"Kebijakan pemerintah pusat bukan melarang. Ini kembali dari daerah lagi, sehingga bupati atau wali kota tinggal melihat jika angka resiko penyebaran tidak tinggi maka dibolehkan," ucap Rajab Jinik.
Baca juga: DPRD Geram ke Pemkot Kendari, Gegara Sampah Menggunung di Pasar Pelelangan Ikan
Baca juga: Persiapan Proses Belajar Tatap Muka Belum Efektif Terlaksana, Pemprov Sultra Tunggu Arahan Mendikbud
Baca juga: Wali Kota Kendari Ingin Metode Guru Kunjungi Siswa Jadi Alternatif, Kadis Ingin Belajar Tatap Muka
Rajab juga mengatakan, keputusan bersama antara Pemkot Kendari dan DPRD terkait pendidikan di masa pandemi Covid-19, dimulai dari kesepakatan orang tua.
Menurutnya dinas pendidikan sudah menunjukkan kesiapannya terkait PTM tatap muka.
"Mereka sudah siap, tapi kita nanti koordinasi lagi. Nanti rapat bersama kita panggil Satgas Covid-19, dinas pendidikan, dinas kesehatan dan dinas perlindungan anak dan perempuan," kata politisi dapil Kambu-Baruga ini.
Dampak Belajar Jarak Jauh
Sementara itu, selama satu tahun pandemi Covid-19, masih banyak siswa yang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Tentu, model pembelajaran seperti itu akan berdampak negatif pada siswa.