Selasa, 28 April 2026

Berita Kendari

Melihat Potensi Persawahan di Labibia Kendari Seluas 97,4 Ha, Bakal Tanam Perdana Pertengahan Mei

Melihat potensi persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tayang:
zoom-inlihat foto Melihat Potensi Persawahan di Labibia Kendari Seluas 97,4 Ha, Bakal Tanam Perdana Pertengahan Mei
TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti
AREAL PERSAWAHAN LABIBIA - Kolase foto Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat diwawancarai, Selasa (28/4/2026) (kiri), potret potensi areal persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) (kanan). Lahan seluas 97,4 hektare ini sebelumnya adalah areal persawahan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dengan komoditas lain karena keterbatasan sumber air. (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Melihat potensi persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lahan seluas 97,4 hektare ini sebelumnya adalah areal persawahan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dengan komoditas lain karena keterbatasan sumber air.

Seperti diungkapkan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat mengunjungi lokasi tersebut, Selasa (28/4/2026).

"Selama ini dialihfungsikan dari sawah menjadi tanaman jagung walaupun sama pertanian ya tetapi komoditas lain," kata dia.

Untuk mengembalikan fungsinya menjadi lahan sawah, dibangunlah Jaringan Irigasi Air Tanah atau JIAT.

Baca juga: 9 Ruas Jalan di Kendari Sulawesi Tenggara Segera Diaspal 2026, Jalur Persawahan Amohalo Masuk Daftar

JIAT merupakan sistem pengairan pertanian yang memanfaatkan sumber air tanah melalui sumur bor, dilengkapi instalasi pompa, dan jaringan saluran irigasi.

Program tersebut dirancang untuk mengatasi persoalan kekeringan di lahan pertanian dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Keberadaan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau irigasi permukaan.

Dengan demikian, upaya mewujudkan swasembada pangan pun dapat lebih optimal terutama di ibu kota Provinsi Sultra.

Siska mengatakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari bakal menyerahkan JIAT tersebut ke Pemerintah Kota (Pemkot), Rabu (29/4/2026) besok.

Baca juga: Areal Persawahan di Konawe Sulawesi Tenggara Diperluas, Target Produksi Petani 500 Ribu Ton Beras

"Kita sudah melihat tadi beberapa jaringan, dan ini merupakan salah satu permasalahan kenapa persawahan ini tidak berjalan seperti harapan kita," jelasnya.

Olehnya itu, pemerintah segera mengoptimalisasi penanaman padi di wilayah tersebut.

Diperkirakan, penanaman perdana akan dilakukan sekitar dua pekan ke depan atau pada pertengahan Mei 2026.

"Mohon dukungannya, karena di sini kurang lebih ada tujuh kelompok tani yang sudah ada," ujarnya.

Siska berharap, segala kebutuhan sarana-prasarana tujuh kelompok tani ini bisa terpenuhi melalui koordinasi pemerintah daerah dan pusat.

Baca juga: 24.700 Ha Sawah Baru Akan Dicetak di Sulawesi Tenggara Tahun Ini, Tersebar Kendari hingga Baubau

Areal persawahan di Kelurahan Labibia ini berjarak 9,8 kilometer (km) dari Kantor Balai Kota Kendari di Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga.

Dapat ditempuh dalam waktu 24 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat meski kondisi jalan menuju area tersebut belum teraspal. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved