Breaking News:

Pernikahan Dini

Pernikahan Siswa di Buton Selatan, Sosiolog: Pergeseran Nilai, Generasi Merugi

Pernikahan di usia belia ini sempat heboh dibincangkan. Setelah KUA Kecamatan Batauga merilis jadwal penikahan keduanya pada Selasa 2 Maret 2021.

Editor: Risno Mawandili
Tribunnews.com
Ilustrasi pernikahan dini 

Pada 2016 sebanyak 6.488 dispensasi, tahun 2017 sebanyak 11.819, tahun 2018 sebanyak 12.504, tahun 2019 sebanyak 23.126, dan pada tahun 2020 sebanyak 64.211 dispensasi pernikahan dikabulkan.

Dr Bahtiar MSi
Dr Bahtiar MSi (Handover)

Ahli Sosiologi Universitas Halu Oleo, Dr Bahtiar, melihat fenomena ini sebagai sesuatu yang meresahkan.

Ia mengatakan, pernikahan dini banyak terjadi di wilayah pedesaan dan pinggiran perkotaan.

Penyebabnya sangat kompleks dan di latar belakangi oleh faktor pendidikan dan kelas sosial.

Bahtiar menilai ada pergeseran nilai pada masyarakat yang berdampak pada krisis moral.

Terutama dunia pendidikan saat ini, hanya berfokus pada sains namun lupa mengajarkan nilai moral.

“Guru-guru kita saat ini sudah tidak lagi mengajarkan nilai moral. Bahkan kurikulum tentang pengetahuan agama dipangkas,” terangnya.

Menurutnya, krisis nilai ini diperparah prinsip individualitas yang  sampai mengubah tatanan masyarakat pedesaan.

Contohnya, adanya tokoh masyarakat yang acuh-takacuh ketika melihat anak tetangga melakukan hal buruk.

Kata dia, orang saat ini hanya mau urus dirinya, keluarganya, dan cari uang. Kepekaan sosialnya mulai terkikis.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved