Breaking News:

Pernikahan Dini

Pernikahan Siswa di Buton Selatan, Sosiolog: Pergeseran Nilai, Generasi Merugi

Pernikahan di usia belia ini sempat heboh dibincangkan. Setelah KUA Kecamatan Batauga merilis jadwal penikahan keduanya pada Selasa 2 Maret 2021.

Editor: Risno Mawandili
Tribunnews.com
Ilustrasi pernikahan dini 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI – Sabtu (6/3/2021) pagi menjadi hari bersejarah bagi MG (14) dan FN (16). Kedua siswa di Kabupaten Buton Selatan Sulawesi Tenggara itu resmi menjadi suami istri.

Pasangan bocah itu dinikahkan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batauga. Disaksikan orangtua serta sanak saudara.

Pernikahan di usia belia ini sempat heboh dibincangkan. Setelah KUA Kecamatan Batauga merilis jadwal penikahan keduanya pada Selasa 2 Maret 2021.

FAKTA Video Viral ABG Digoyang 5 Pria di Buton Selatan Diungkap Sang Ibu dan Keluarga Saya Malu

Baca juga: Kisah Rasminah, Wanita Asal Indramayu yang Jadi Korban Pernikahan Dini: Tiga Kali Dipaksa Menikah

Tentu hal itu menjadi polemik.

Pasalnya, Undang Undang Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Perkawinan melarang pernikahan di usia muda. Namun di sisi lain, KUA Kecamatan Batauga memberi dispensasi kepada MG dan FN.

“Ini menghindarkan mereka dari akibat pergaulan, sehingga kami mengizinkan mereka menikah walaupun tidak cukup umur,” ujar Kepala KUA Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Samsul, kepada Tribunnewssultra.com lewat panggilan telepon.

Kata Samsul, KUA Bataung mengizinkan pernikahan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) itu setelah Pengadilan Negeri Pasarwajo memberi dispensasi, juga direstui kedua orangtua mempelai.

Heboh pernikahan dini di Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), bocah laki-laki 13 tahun bakal nikahi remaja perempuan 16 tahun.
Heboh pernikahan dini di Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), bocah laki-laki 13 tahun bakal nikahi remaja perempuan 16 tahun. (Kolase foto handover)

Meski telah resmi menikah, ada konsekuensi diterima MG dan FN. Keduanya boca ini harus putus sekolah.

Samsul juga mengatakan, setelah menikah, orangtua masih harus membimbing.

Ini sejalan dengan yang  diutarakan ibu mempelai wanita, Melina, akan membiming anaknya hingga bisa memanajemen keluarga secara mandiri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved