Puasa Senin Kamis Bermanfaat Bagi Kesehatan, Berikut Niat dan Tata Cara Melaksanakannya
Rasullullah SAW menganjurkan umat Muslim melaksanakan puasa sunah. Di antara puasa sunah tersebut, yakni puasa Senin Kamis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa.jpg)
Dengan berpuasa Tribunners membiasakan diri makan teratur dan terkontorl, sehingga bisa terhindar dari serangan asam lambung dan maag.
Terhindar dari Kanker
Hasil penelitian menunjukkan penderita kanker yang berpuasa 8-10 jam jelang pengobatan secara rutin tidak merasakan adanya gangguan pencernaan, lemas, atau rasa pegal.
Banyak penelitian yang dilakukan pada hewan dan tabung reaksi menunjukkan puasa dapat menghambat pembentukan dan pertumbuhan sel kanker dan tumor
Tak hanya itu, hasil penelitian juga membuktikan bahwa puasa dapat meningkatkan efektivitas obat kemoterapi pada pembentukan kanker.
Namun hal tersebut masih diperlukan riset tambahan untuk melihat bagaimana puasa dapat memengaruhi perkembangan dan pengobatan kanker pada manusia.
Kesehatan Jantung Meningkat
Salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung adalah mengubah pola makan dan gaya hidup.
Dengan berpuasa ternyata berdampak baik untuk kesehatan jantung.
Sebuah penelitian menunjukkan mereka yang berpuasa minimal sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalankan puasa sama sekali
Studi lain mengungkapkan puasa selama delapan minggu secara selang-seling dapat mengurangi kadar kolesterol jahat sebesar 25 persen dan trigliserida sebesar 32 persen.
Mencegah Penuaan Dini
Puasa Senin Kamis membuat sel-sel tubuh akan mengalami reorganisasi atau pergantian secara teratur.
Hal itu yang menyebabkan sel-sel dalam tubuh Anda selalu mengalami peremajaan.
Dengan begitu, organ dalam maupun luar tubuh Anda akan menjadi lebih sehat dan segar.
Untuk itu, puasa bisa memperlambat proses penuaan sekaligus mencegah potensi munculnya penyakit pada usia lanjut.
Gula Darah Terkontrol
Dikutip dari Healthline, sebuah riset terhadap 10 orang penderita diabetes tipe 2 menunjukkan, puasa intermiten yang berjangka pendek dapat menurunkan kadar gula.
Jenis puasa untuk pengaturan pola makan yang menerapkan siklus puasa dalam jangka waktu tertentu dalam sehari disebut puasa interminten.
Puasa jenis ini biasanya orang akan melewatkan sarapan dan baru mulai mengonsumsi makanan pada pukul 12.00 WITA.
Asupan kalori yang dibatasi untuk mengurangi insulin juga terjadi saat melakukan puasa interminten dan puasa alternatif.
Sehingga, dengan berpuasa dapat meningkatkan kontrol gula darah. Hal tersebut dapat berguna bagi pengidap diabetes. (*)