Breaking News:

Musda PAN Sultra

PAN Sultra Incar Mantan Kepala Desa Masuk Partai, Abdurrahman Saleh Ungkap Alasannya

Ketua DPW PAN Sultra Abdurrahman Saleh mengatakan, kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) harus diisi minimal 10 mantan kepala desa.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
(Muhammad Israjab/TribunnewsSultra.com)
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra) Abdurrahman Saleh 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-V melahirkan terobosan baru.

PAN mengincar sejumlah mantan kepala desa untuk masuk ke partai besutan Zulkifli Hasan tersebut.

Musda kali ini digelar secara virtual, diikuti seluruh kader di Hotel Swiss-Belhotel Kendari, Jl Edi Sabara, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Selasa (23/2/2021).

Ketua DPW PAN Sultra Abdurrahman Saleh mengatakan, kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) harus diisi minimal 10 mantan kepala desa.

Kata pria yang akrab disapa ARS ini, penting merekrut mantan kepala desa sebab, pembangunan daerah berasal dari tingkat desa.

Baca juga: Ketum PAN Zulhas Minta Kader Tak Ulangi Kongres Brutal di Kendari, Tinggalkan Cara Jahiliah

Baca juga: Ketua DPRD Sultra Tegas Minta Investasi di Sulawesi Tenggara Harus Sejahterakan Masyarakat

Baca juga: Audiensi dengan TribunnewsSultra.com, Ketua DPRD Sultra Bicara Peluang Lapangan Kerja

Sehingga mereka dianggap lebih tahu kondisi daerahnya.

"Misalnya ada desa memiliki potensi perikanan atau pertanian, maka harus ada harmonisasi antara pengambil kebijakan dengan kondisi wilayah," ujar ARS.

Ketika ada kader dari unsur mantan kepala desa tersebut, tuturnya, akan mudah mengutamakan pembangunan yang lebih prioritas.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) menetapkan tim formatur untuk 17 DPD PAN kabupaten/kota se-Sultra.

Penetapan tim formatur ini langsung diumumkan dalam musyawarah daerah (Musda) bersama yang digelar secara virtual.

Baca juga: 26 TKA China Masuk Lagi, Bukan Tujuan ke Morosi Konawe, Ini Penjelasan Imigrasi

Baca juga: Awal 2021, Polres Konawe Tangani 9 Kasus Asusila Anak dan KDRT

Baca juga: Kepala Sekolah Selingkuh dengan Stafnya yang Sudah Bersuami, Akhirnya Tewas Dikeroyok Warga

Para ketua terpilih dibantu tim formatur diminta untuk menyusun kepengurusan paling lama dua minggu.

Sementara kabupaten/kota yang belum memiliki ketua terpilih agar melakukan musyawarah formatur untuk memilih ketua partai.

Selain itu, masih ada dua daerah yang belum memiliki ketua yaitu Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dan kabupaten Konawe.

Zulkifli Hasan menekanan kepada ketua terpilih dan formatur agar dalam penyusunan pengurus, merekrut kembali mantan kader atau kader yang masih aktif minimal 10 orang.

"Kalau pengurusnya 50 orang, maka 30 lagi bisa cari tokoh-tokoh PAN, tokoh masyarakat, orang partai politik yang mau bergabung dengan PAN dan orang yang dianggap layak," katanya. (*).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved