Berita Sulawesi Tenggara
18 Penerjun TNI AU Bawa 4 Bendera pada Puncak HUT ke-62 Sulawesi Tenggara, Libatkan 3 Perempuan
Sebanyak 18 penerjun payung dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan aksi terjun payung pada hari terakhir perayaan HUT Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Potret-aksi-penerjun-payung-dari-TNI-AU-saat-hendak-mendarat-di-area-eks-MTQ-Kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 18 penerjun payung dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan aksi terjun payung pada hari terakhir perayaan HUT Sulawesi Tenggara (Sultra).
Acara tersebut tepatnya digelar di kawasan eks MTQ Kendari, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Senin (27/4/2026).
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI AU yang dirangkaikan dengan HUT ke-62 Sultra.
Dari total 18 penerjun, tiga di antaranya merupakan personel perempuan yang turut ambil bagian dalam atraksi udara tersebut.
Pantauan Tribunnewssultra.com, dalam aksi ini para penerjun payung membawa empat bendera, yakni Bendera Merah Putih, Bendera Pemerintah Provinsi Sultra, Bendera HUT ke-80 TNI AU, serta Bendera Swa Bhuwana Paksa.
Mereka mendarat secara bergantian di area eks MTQ Kendari dengan formasi rapi dan jarak aman antar penerjun.
Baca juga: Penerjun Payung Asal Sultra Ambil Bagian saat Puncak Hari Nusantara 2022 di Wakatobi
Sejumlah penerjun yang membawa bendera tampak melayang lebih stabil untuk menjaga posisi bendera tetap terbuka di udara.
Empat bendera yang dibawa tersebut terlihat jelas berkibar sebelum para penerjun mendarat dengan lancar.
Aksi tersebut disambut antusias warga yang memadati lokasi kegiatan.
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M Tonny Harjono, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari semarak dirgantara yang digelar setiap April.
Pada tahun ini, kegiatannya di laksanakan bersamaan dengan HUT ke-62 Sultra.
Adapun semarak dirgantara ini bertujuan untuk memperkenalkan TNI AU kepada masyarakat luas, agar tidak hanya diketahui sebagai penjaga kedaulatan udara, tetapi juga sebagai bagian dari rakyat.
“TNI AU adalah tentara rakyat. Kami hadir dan bekerja untuk masyarakat, serta menjadi bagian dari rakyat,” kata Tonny kepada awak media.
Selain atraksi udara, TNI AU juga menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti pemeriksaan kesehatan, khitanan massal, operasi katarak dan bibir sumbing.
Kemudian, pemberian bantuan alat bagi penyandang disabilitas, serta aksi penanaman pohon di area eks MTQ Kendari.
“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana, menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah,” jelasnya. (*)
(Tribunnewssultra.com/Dewi Lestari)