Berita Kendari
Nelayan di Kendari Bisa Lihat Prakiraan Cuaca hingga Gelombang Laut Lewat Platform Digital INAWIS
Nelayan di Kota Kendari, dapat memanfaatkan INAWIS untuk mengetahui prakiraan cuaca, potensi area penangkapan ikan, hingga gelombang laut.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Nelayan-di-Kendari-Bisa-Lihat-Prakiraan-Cuaca-hingga-Gelombang-Laut-Lewat-Platform-Digital-INAWIS.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Nelayan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat memanfaatkan INAWIS untuk mengetahui prakiraan cuaca, potensi area penangkapan ikan, hingga gelombang laut.
INAWIS atau Indonesia Weather Information for Shipping adalah sistem informasi cuaca maritim dan data kelautan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut lainnya.
Seperti diungkapkan Direktur Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo, saat hadir di Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kendari.
"INAWIS BMKG sudah dibangun sejak 2019 dan terus ditingkatkan kemampuan teknologi dan informasinya sesuai kebutuhan nelayan," katanya, Kamis (23/10/2025).
Eko mengatakan masyarakat nelayan bisa mengakses platform digital tersebut secara mandiri pada laman https://maritim.bmkg.go.id/inawis.
Baca juga: Cara Buat Lampu Ikan dan Ice Gel Teknologi Bagi Nelayan, Dosen UHO Kendari Ajarkan di Konawe Utara
Di sana, akan ditampilkan prediksi gelombang 10 hari ke depan, angin dan arus laut, potensi ikan, serta daerah-daerah aman untuk berlayar.
Berdasarkan datanya, saat ini perairan di wilayah Sultra dinyatakan kondusif untuk dilakukan kegiatan sehingga para nelayan bisa mengoptimalkan penangkapan ikan.
Eko berharap, INAWIS bisa digunakan dalam merencanakan kegiatan berlayar dengan baik dan meminimalisir risiko bagi nelayan.
Menurut Asisten III Pemerintah Kota Kendari, Imran Ismail, masa paceklik pelaut biasanya terjadi pada Mei hingga Agustus.
Hal itu karena fenomena cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan kerugian dan berdampak besar pada pendapatan nelayan.
Baca juga: Gubernur Sultra ASR Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Kendari, Ada Pabrik Pengalengan Ikan
"Tetapi akibat perubahan iklim, masa paceklik maupun puncak produksi ikan kita juga tidak menentu," ujar mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendari ini.
Oleh karenanya, penerapan teknologi dinilai sangat penting terutama bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya di laut.
Selain itu, nelayan juga diminta untuk beradaptasi ketika masa paceklik misalnya berdagang di darat.
Bersumber dari data DKP Kota Kendari, produksi ikan pada masa tangkapan ikan mencapai 30 ribu ton setiap tahun. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
| Prakiraan Cuaca BMKG di Sulawesi Tenggara 23 Oktober 2025: Kendari Panas Terik Suhu 32 Derajat |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Panas Terik di Kendari, Potensi Hujan Ringan di Kolaka Timur |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca 22 Oktober 2025 Kendari Sulawesi Tenggara Potensi Berawan, Suhu 29 Derajat Celcius |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG 20 Oktober 2025: Mendung di Kendari, Hujan Ringan di Konawe, Muna, Baubau |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sulawesi Tenggara Akhir Pekan 11 Oktober 2025: Kendari, Konawe, Kolaka Cerah Berawan |
|
|---|