Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kendari

Nelayan di Kendari Bisa Lihat Prakiraan Cuaca hingga Gelombang Laut Lewat Platform Digital INAWIS

Nelayan di Kota Kendari, dapat memanfaatkan INAWIS untuk mengetahui prakiraan cuaca, potensi area penangkapan ikan, hingga gelombang laut.

Tayang:
zoom-inlihat foto Nelayan di Kendari Bisa Lihat Prakiraan Cuaca hingga Gelombang Laut Lewat Platform Digital INAWIS
TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti
NELAYAN KENDARI - Nelayan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat memanfaatkan INAWIS untuk mengetahui prakiraan cuaca, potensi area penangkapan ikan, hingga gelombang laut. INAWIS atau Indonesia Weather Information for Shipping adalah sistem informasi cuaca maritim dan data kelautan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut lainnya. (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Nelayan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat memanfaatkan INAWIS untuk mengetahui prakiraan cuaca, potensi area penangkapan ikan, hingga gelombang laut.

INAWIS atau Indonesia Weather Information for Shipping adalah sistem informasi cuaca maritim dan data kelautan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut lainnya.

Seperti diungkapkan Direktur Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Eko Prasetyo, saat hadir di Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kendari.

"INAWIS BMKG sudah dibangun sejak 2019 dan terus ditingkatkan kemampuan teknologi dan informasinya sesuai kebutuhan nelayan," katanya, Kamis (23/10/2025).

Eko mengatakan masyarakat nelayan bisa mengakses platform digital tersebut secara mandiri pada laman https://maritim.bmkg.go.id/inawis.

Baca juga: Cara Buat Lampu Ikan dan Ice Gel Teknologi Bagi Nelayan, Dosen UHO Kendari Ajarkan di Konawe Utara

Di sana, akan ditampilkan prediksi gelombang 10 hari ke depan, angin dan arus laut, potensi ikan, serta daerah-daerah aman untuk berlayar.

Berdasarkan datanya, saat ini perairan di wilayah Sultra dinyatakan kondusif untuk dilakukan kegiatan sehingga para nelayan bisa mengoptimalkan penangkapan ikan.

Eko berharap, INAWIS bisa digunakan dalam merencanakan kegiatan berlayar dengan baik dan meminimalisir risiko bagi nelayan.

Menurut Asisten III Pemerintah Kota Kendari, Imran Ismail, masa paceklik pelaut biasanya terjadi pada Mei hingga Agustus.

Hal itu karena fenomena cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan kerugian dan berdampak besar pada pendapatan nelayan.

Baca juga: Gubernur Sultra ASR Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Kendari, Ada Pabrik Pengalengan Ikan

"Tetapi akibat perubahan iklim, masa paceklik maupun puncak produksi ikan kita juga tidak menentu," ujar mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendari ini.

Oleh karenanya, penerapan teknologi dinilai sangat penting terutama bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya di laut.

Selain itu, nelayan juga diminta untuk beradaptasi ketika masa paceklik misalnya berdagang di darat.

Bersumber dari data DKP Kota Kendari, produksi ikan pada masa tangkapan ikan mencapai 30 ribu ton setiap tahun. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved