Selasa, 9 Juni 2026

Tribun UMKM

Ubah Barang Bekas Jadi Tabungan Emas di Bank Sampah Alfaidzin Kendari, Cara Dirikan hingga Bermitra

Bank Sampah Alfaidzin Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengubah barang bekas menjadi tabungan emas.

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Ubah Barang Bekas Jadi Tabungan Emas di Bank Sampah Alfaidzin Kendari, Cara Dirikan hingga Bermitra
TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti
BANK SAMPAH - Proses pembersihan dan pemilahan di Bank Sampah Alfadzin Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Barang bekas tak selamanya menjadi limbah tidak berguna.

Bank Sampah Alfaidzin Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) justru bisa mengubahnya menjadi tabungan emas.

Bank sampah ini bertempat di Jalan Pattimura, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Berjarak enam kilometer dari Kantor Balai Kota Kendari, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.

Lokasinya dapat ditempuh menggunakan motor ataupun mobil dengan waktu sekira 13 menit.

Baca juga: Bank Sampah di Pesisir Kendari Bertambah Jadi 3 Unit, Sampah Plastik Dihargai Mulai Rp1.500 per Kilo

Bank Sampah Alfaidzin berdiri sejak 2013 dan semakin berkembang setelah menjejaki kerja sama dengan PT Pegadaian pada 2018.

Ketua Bank Sampah, Hj Yummi mengatakan, terdapat sekitar 100 warga yang menukarkan sampah.

Namun dari total tersebut, yang tercatat sebagai nasabah aktif Bank Sampah Alfaidzin hanyalah 70 orang.

Ke-60 orang di antaranya memilih tabungan emas dari hasil penukaran sampah dan 10 orang lainnya memilih uang tunai.

Tabungan emas tertinggi nasabah Bank Sampah Alfaidzin saat ini mencapai sembilan gram.

Baca juga: Sosok Nurfajeri Isnawati Pelopor Urban Farming & Bank Sampah di Kendari Sulawesi Tenggara Sejak 2017

Adapun jenis sampah yang bisa dikonversi menjadi emas maupun rupiah antara lain plastik, kaleng, kardus, kertas, dan koran.

Harganya bervariasi dan fluktuatif menyesuaikan harga lapak, tempat Hj Yummi menjual pilahan sampahnya.

"Harganya bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari Rp1.000-Rp5.000 per kilogram," kata dia kepada TribunnewsSultra.com, Minggu (28/9/2025).

Dalam sebulan, Bank Sampah Alfaidzin di Kecamatan Puuwatu ini bisa mengumpulkan sampah hingga satu ton.

Nasabah dapat membuka rekening tabungan emas jika saldo hasil konversi sampah telah mencapai minimal Rp50 ribu.

Baca juga: Bank Sampah Kodya Kendari Sultra Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Uang, 15 Jenis Sampah yang Dibeli

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved