Selasa, 19 Mei 2026

Menyapa Nusantara

Pandangan Tentang Aksesibilitas Digital: Implementasi Asta Cita Pemerintahan Prabowo

Opini ditulis oleh Nur Fauzi Ramadhan, Co Founder Asah Kebijakan Indonesia tentang Aksesibilitas digital: implementasi Asta Cita Pemerintahan Prabowo.

Tayang:
zoom-inlihat foto Pandangan Tentang Aksesibilitas Digital: Implementasi Asta Cita Pemerintahan Prabowo
Istimewa
OPINI SOAL DIGITALISASI - Foto arsip Nur Fauzi Ramadhan, Co Founder Asah Kebijakan Indonesia. Ia menuliskan opini tentang Aksesibilitas digital: implementasi Asta Cita Pemerintahan Prabowo. Ia juga merupakan alumni Universitas Indonesia.  

Artikel ini ditulis oleh Nur Fauzi Ramadhan, Co Founder Asah Kebijakan Indonesia tentang Aksesibilitas digital: implementasi Asta Cita Pemerintahan Prabowo. Ia juga merupakan alumni Universitas Indonesia. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Setiap hari Kamis pada pekan ketiga bulan Mei, masyarakat dunia merayakan "Global Accessibility Awareness Day" (GAAD), sebuah inisiatif global yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang aksesibilitas dan inklusi digital bagi penyandang disabilitas.

Hari penting ini menyoroti betapa krusialnya akses digital dan kemudahan penggunaan produk serta layanan digital bagi semua orang, tanpa terkecuali orang dengan disabilitas.

Perkembangan teknologi membuat perubahan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dahulu, semua fokus pada benda fisik dan interaksi secara langsung. Namun, berkat kemajuan teknologi, kita cenderung beralih menggunakan platform digital.

Adanya website sampai aplikasi mobile menyebabkan semua aspek kehidupan, seperti belajar, melakukan pertemuan dengan klien, sampai melakukan belanja, dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Tentu, hal demikian merupakan sebuah hal yang positif, terutama untuk mendorong efektivitas dan efisiensi.

Kendati begitu, terkadang ada satu hal yang dilupakan dalam mengembangkan teknologi, yaitu memerhatikan segi aksesibilitas digital. Pertanyaan lanjutannya ialah apa pengertian aksesibilitas digital? Apa pentingnya menerapkan itu?

Baca juga: OPINI: KEKERASAN SEKSUAL - Korban dan Kritik Sosial terhadap Budaya Impunitas

Untuk siapa

Bayangkan Anda perlu mengerjakan sebuah tugas dengan deadline menggunakan sebuah aplikasi. Akan tetapi, dalam suatu kondisi Anda mengalami kesulitan untuk membaca sebuah teks karena kontras warna yang mengganggu fokus Anda. Atau kondisi tertentu yang mengharuskan Anda untuk membaca teks dengan ukuran tertentu, namun Anda tidak dapat mengakses karena ukurannya tidak sesuai, baik terlalu kecil atau terlalu besar.

Bukankah itu hal yang mengganggu? Lebih lanjut, bukankah itu dapat mempengaruhi pekerjaan Anda, sehingga dapat menurunkan produktivitas?

Atau seorang penyandang disabilitas netra yang kesulitan mengakses sebuah website digital karena tidak terdapat fasilitas yang aksesibel. Bukankah itu melanggar kesempatan yang sama untuk mendapatkan informasi?

Maka dari itu, nampaknya kita perlu merenungkan kembali makna aksesibilitas digital.

Aksesibilitas digital ialah konsep yang merujuk pada pengembangan dan desain web untuk memastikan kemudahan akses digital atau daring bagi semua orang. Tujuannya supaya sebuah website atau aplikasi dapat diakses, dimengerti, dan digunakan dengan mudah oleh semua pengguna.

Perlu dipahami, tidak semua pengguna menggunakan cara yang sama dalam mengakses website atau aplikasi. Sebuah website atau aplikasi dikatakan aksesibel jika bisa dipahami dan dinavigasi oleh berbagai pengguna (universal design).

Sederhananya, sebuah aplikasi atau website juga harus dapat dimengerti oleh seorang dengan gangguan fungsi penglihatan. Setiap item yang mengandung informasi harus dapat diakses oleh mereka dengan bantuan alat pembaca layar (screen reader). Selain itu, aplikasi atau website juga harus bisa digunakan tanpa mouse maupun trackpad alias hanya dengan menggunakan keyboard.

Namun, selain dapat dimengerti oleh penyandang disabilitas visual, dengan efektifnya penerapan aksesibilitas digital juga dapat membantu seseorang untuk dapat mengakses informasi secara lebih presisi. Misalnya, pengguna dapat mengatur besar kecilnya volume dari sebuah teks ataupun kontras warna dari sebuah halaman, sehingga dapat dimengerti oleh mereka yang memiliki kebutuhan khusus tertentu.

Dengan demikian, apabila dapat diterapkan secara efektif, bukankah aksesibilitas dapat memudahkan siapapun untuk mengakses informasi?

Mendorong aksesibilitas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved