Berita Konawe
Membangun Jembatan Digital di Routa Konawe Sulawesi Tenggara Melalui Internet Desa
Kehadiran internet di Lalomerui merupakan hasil kolaborasi antara PT SCM dengan PLN Icon Plus SBU Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur.
Penulis: Content Writer | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Membangun-Jembatan-Digital-di-Routa-Konawe-Sulawesi-Tenggara-Melalui-Internet-Desa.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Jarak 300 kilometer (km) lebih dari pusat pemerintahan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kini tak lagi menjadi penghalang utama bagi warga Desa Lalomerui, Kecamatan Routa.
Wilayah yang terletak paling utara Kabupaten Konawe ini, telah lama berjuang melawan keterisolasian.
Namun saat ini, hambatan isolasi geografis desa di lingkar tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) itu telah teratasi dengan hadirnya ‘jembatan digital’ berupa sambungan internet desa gratis yang terpasang di kantor desa dan sejumlah sekolah di Desa Lalomerui, berkat program pemberdayaan “SCM Peduli”.
Program yang diinisiasi ini bukan sekadar memberikan bantuan infrastruktur semata kepada warga, tapi menjadi sebuah upaya membuka akses yang lebih luas lagi bagi masyarakat di pelosok Konawe.
Kehadiran internet di Lalomerui merupakan hasil kolaborasi antara PT SCM dengan PLN Icon Plus SBU Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur.
Proyek yang pengerjaannya telah dimulai sejak awal Januari 2026 ini, melibatkan penarikan jaringan kabel serat optik (fiber optic) yang menantang medan di wilayah Kecamatan Routa.
Dalam kerja sama tersebut, PLN Icon Plus menyediakan infrastruktur tiang (pole) serta jaringan dari simpang jalan provinsi hingga Kecamatan Routa.
Baca juga: 420 Hektare Lahan Perlindungan Satwa Anoa Disiapkan di Kawasan Tambang PT SCM Konawe Sultra
Sementara itu, Tim IT SCM memastikan distribusi jaringan menjangkau ke titik-titik vital di desa.
Dengan kapasitas bandwidth sebesar 200 Mbps, koneksi ini dipastikan stabil untuk mendukung aktivitas berat seperti konferensi video hingga akses server kementerian yang sebelumnya mustahil dilakukan.
Sektor pendidikan menjadi penerima manfaat paling berdampak.
Selama ini, para guru di SDN Lalomerui dan SMPN 2 Routa harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju kota kabupaten hanya untuk mengirimkan laporan administrasi atau memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik) secara daring.
Kepala Sekolah SMPN 2 Routa, Imran, mengatakan betapa pentingnya akses ini bagi masa depan siswanya.
"Selama beberapa tahun terakhir, media pembelajaran digital yang kami miliki praktis tidak berfungsi karena butuh koneksi ke server pusat. Dengan bantuan WiFi gratis dari PT SCM ini, sumber belajar yang awalnya mati suri kini dapat dimanfaatkan maksimal. Ini adalah lonjakan motivasi besar bagi siswa kami," jelas Imran.
Imran juga menambahkan bahwa tantangan terbesar selama ini adalah pelaksanaan Asesmen Nasional.
Baca juga: 4 Warga di Kecamatan Routa Konawe Terima Uang Ganti Rugi Lahan Capai Rp4,6 Miliar dari PT SCM
"Tahun-tahun sebelumnya, siswa kami harus 'mengungsi' ke pusat kabupaten hanya untuk ujian. Tahun ini, kami bangga bisa melaksanakan Asesmen Nasional secara mandiri di sekolah sendiri," ujarnya.
| 4 Warga di Kecamatan Routa Konawe Terima Uang Ganti Rugi Lahan Capai Rp4,6 Miliar dari PT SCM |
|
|---|
| Sekda Ferdinand Sapan Harap PT SCM Laporkan Kegiatan CSR kepada Pemerintah Kabupaten Konawe |
|
|---|
| Bapenda Konawe Sulawesi Tenggara Sebut Belum Terima BPHTB PT SCM di Routa, Ini Tanggapan Perusahaan |
|
|---|
| Ketua DPRD Konawe Pertanyakan Realisasi Anggaran CSR Rp6 Miliar Tahun 2021 dari PT SCM |
|
|---|
| Fenomena Munculnya Anoa di Kecamatan Routa Konawe Sulawesi Tenggara, Begini Tanggapan PT SCM |
|
|---|