KPK OTT di Sulawesi Tenggara
Baru 5 Bulan Dilantik Prabowo, Bupati Kolaka Timur Ditangkap KPK, Dugaan Kasus Suap RSUD Koltim
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Azis harus berusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penulis: Annisa Nurdiassa | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Terjaring-OTT-KPK-Bupati-Kolaka-Timur-Abdul-Azis-Tercatat-Miliki-Harta-Kekayaan-Hampir-Rp8-Miliar.jpg)
Abdul Azis kelahiran Enrekang, sedang Firdaus Daeng Manye lahir di Makassar.
Mereka bersama pasangan kepala daerah se-Indonesia terpilih Pilkada 2024 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (20/2/2025).
Namun baru sekitar lima bulan usai pelantikan, Abdul Azis dan Firdaus Daeng Manye harus berurusan dengan KPK.
Sementara itu, Firdaus Daeng Manye lebih dulu diperiksa pada Selasa (5/8/2025).
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis.
Saudara Komjen Fadil Imran dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus pengadaan perangkat Electronic Data Capture (EDC) di seluruh SPBU Pertamina periode 2018–2023.
Proyek ini bertujuan memantau distribusi dan penjualan BBM bersubsidi secara real-time.
Baca juga: KPK Amankan 1 Koper Terkait OTT Kasus Kolaka Timur Sulawesi Tenggara di Polda Sultra
Nilai anggarannya mencapai Rp3,6 triliun.
Terkait hal itu, Firdaus Daeng Manye buka suara terkait pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya hadiri panggilan KPK hanya dalam status saksi dalam perkara tersebut,” ungkap Daeng Manye kepada Wartawan, Rabu (7/8/2025).
Namun, Daeng Manye tidak merinci lebih jauh soal materi pemeriksaan, dengan alasan menghormati proses penyidikan yang sedang berjalan.
“Saya menghormati proses hukum. Semuanya sudah saya sampaikan kepada penyidik,” imbuhnya.
Abdul Azis Ditangkap dan Jalani Pemeriksaan
Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (8/8/2025).
Sebelumnya, Abdul Azis ditangkap saat masih berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dalam agenda Rakernas NasDem.