KPK OTT di Sulawesi Tenggara
Baru 5 Bulan Dilantik Prabowo, Bupati Kolaka Timur Ditangkap KPK, Dugaan Kasus Suap RSUD Koltim
Bupati Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Azis harus berusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penulis: Annisa Nurdiassa | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Terjaring-OTT-KPK-Bupati-Kolaka-Timur-Abdul-Azis-Tercatat-Miliki-Harta-Kekayaan-Hampir-Rp8-Miliar.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Bupati Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Azis harus berusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Padahal ia baru dilantik lima bulan lalu sebagai Bupati oleh Presiden, Prabowo Subianto.
Azis ditangkap saat berada di Kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) saat akan mengikuti Rakernas NasDem.
Abdul Azis ditangkap di Makassar, Kamis (7/8/2025) malam, sehari jelang pembukaan Rakernas Partai NasDem.
Kabar penangkapannya disertai sejumlah peristiwa.
Isu menyeruak pertama kali soal OTT KPK di Sulawesi Tenggara, namun Abdul Azis diketahui berada di Makassar.
Lalu setelah itu, KPK masih bekerja untuk melakukan OTT di Kota Makassar.
Baca juga: Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Sering Minum Kopi Tanpa Gula Bareng Warga
Dan diketahui, sosok yang tertangkap adalah Abdul Azis.
Ia ditangkap sebelum Rakernas Partai NasDem di Hotel Claro dijadwalkan dibuka Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, Jumat (8/8/2025).
Penangkapan Abdul Azis dibenarkan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
"Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulsel," kata Fitroh, Jumat malam dikutip dari Tribuntimur.com.
Fitroh mengatakan, Abdul Azis ditangkap terkait dugaan suap proyek peningkatan kualitas rumah sakit didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Tak hanya, Abdul Azis yang terseret kasus di KPK.
Namun ada sosok Firdaus Daeng Manye, Bupati Takalar.
Ia sama-sama berasal dari Sulsel dengan Abdul Azis.