Sumber Dana Proyek RSUD Rp170 M dari DAK dan Kementerian Kesehatan, Sebab Kasus Suap di Kolaka Timur
Sumber anggaran proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) Rp170 miliar dari DAK dan Kementerian Kesehatan.
Penulis: Annisa Nurdiassa | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Sumber-anggaran-proyek-pembangunan-RSUD-Kolaka-Timur-Koltim-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Sumber anggaran proyek pembangunan RSUD Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) Rp170 miliar yakni merupakan bantuan pemerintah dari Kementerian Kesehatan dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kini menjadi polemik kasus suap yang masuk dalam pusaran Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur.
Delapan orang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT) di beberapa wilayah.
Mereka terdiri dari pihak swasta dan pemerintah. Salah satu diantaranya merupakan orang nomor satu di Kolaka Timur, yakni Bupati Koltim, Abdul Azis.
Dana fantastis senilai Rp170 miliar ini digunakan untuk pembangunan RSUD Kolaka Timur yang terletak di Desa Orawa, Kecamatan Tirawuta.
Jaraknya tak begitu jauh dari Kantor Bupati Kolaka Timur. Sekitar 5 hingga 7 kilometer dengan Kantor Bupati Kolaka Timur.
Sementara dari ibu kota Sulawesi Tenggara, Kota Kendari menuju Tirawuta Kolaka Timur ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat.
Jaraknya diperkirakan capai 113 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 30 menit.
Baca juga: Bupati Kolaka Timur Akui Psikologi Terganggu Gegara Isu OTT Sebelum Ditangkap: Keluarga Tak Terima
Dengan pembangunan rumah sakit ini, RSUD Kolaka Timur sedang dalam proses naik kelas menjadi RSUD Tipe C.
Pembangunannya ditargetkan selesai pada tahun 2025 dengan fasilitas tiga lantai dan 50 tempat tidur, menurut Menteri Kesehatan RI dikutip dari situs kemkes.go.id.
Namun belum lama proses pembangunan berjalan tepatnya pada Maret 2025, justru dibalut drama penangkapan sejumlah orang karena dugaan kasus suap.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Kamis (07/08/2025) malam, menyebut penyidik melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi dan pihak berkaitan OTT tersebut.
Kata Budi, mereka diperiksa sekaitan dengan dugaan suap proyek pembangunan/peningkatan kualitas rumah sakit.
“Dugaan suap proyek pembangunan/peningkatan kualitas rumah sakit, yang dananya bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus),” katanya.
Belum disebutkan secara rinti terkait sosok yang terlibat.