Demo di Kantor Wali Kota Baubau

Detik-detik Ricuh Demo Pemilik Sound System di Kantor Wali Kota Baubau, Buntut Larangan Acara Joget

Detik-detik kericuhan demo pemilik sound system atau sound horeg di kantor Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (14/07/2025).

Penulis: Harni Sumatan | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
DEMO RICUH - Detik-detik kericuhan demo pemilik sound system atau sound horeg di Kantor Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (14/07/2025). Dalam tuntutannya, pengunjuk rasa mendesak agar surat larangan acara joget di kota tersebut dicabut. (Istimewa) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Detik-detik kericuhan demo pemilik sound system atau sound horeg di Kantor Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (14/07/2025).

Dalam tuntutannya, pengunjuk rasa mendesak agar surat larangan acara joget di kota tersebut dicabut.

Larangan tersebut sebelumnya tertuang dalam surat edaran nomor 23/SE/HK/2025 yang diterbitkan Wali Kota Baubau Yusran Fahim.

Unjuk rasa pemilik sound system yang melibatkan ribuan massa itupun berujung ricuh, terjadi aksi lempar batu.

Kericuhan menyebabkan sejumlah orang terluka, kaca Kantor Wali Kota Baubau pecah.

Baca juga: Aksi Lempar Batu Warnai Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Baubau Sulawesi Tenggara, Ini Kata Satpol PP

Sementara, pagar tangga yang menghubungkan lapangan dan kantor tersebut juga roboh.

Detik-detik demo ricuh berawal saat pengunjuk rasa merangsek ke dalam kantor wali kota.

Penjabat Sekretaris Daerah atau Sekda Baubau, Amril Tamim, sempat menemui massa aksi untuk berdialog.

Namun, dialog berujung buntu.

Pengunjuk rasa tetap mendesak agar surat edaran larangan joget yang sudah diterbitkan pemerintah kota (pemkot) dicabut.

Baca juga: BREAKING NEWS Pemilik Sound System Tuntut Surat Edaran Wali Kota Baubau Soal Larangan Joget Dicabut

Unjuk rasa pun kembali memanas, mereka mendesak agar Wali Kota Baubau Yusran Fahim keluar dan menemui mereka.

“Keluar wali kota, keluar,” teriak pengunjuk rasa.

Kemudian, terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan.

Pengunjuk rasa memaksa masuk ke dalam kantor wali kota hingga akhirnya aksi pelemparan terjadi.

Mereka pun membakar kardus air gelas mineral.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa di Kejari Konawe Sultra, Tuntut Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Pagar Kantor KPU

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved