Berita Konawe Utara
Dana Dusun Rp100 Juta dan 2.000 Beasiswa per Tahun Jadi Prioritas Bupati Konawe Utara dalam RPJMD
Beasiswa Konasara menjadi salah satu program prioritas Bupati Konawe Utara (Konut), Ikbar bersama Wakil Bupati Abuhaera selama lima tahun ke depan.
Penulis: Apriliana Suriyanti | Editor: Dewi Lestari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Musrenbang-RPJMD-Konut.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Beasiswa Konasara menjadi salah satu program prioritas Bupati Konawe Utara (Konut), Ikbar bersama Wakil Bupati Abuhaera untuk masa kepemimpinannya selama lima tahun kedepan.
Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Konut 2025-2029, yang berlangsung di Kota Kendari, Rabu (25/6/2025).
Selama masa kepemimpinannya, beasiswa konasara akan menargetkan 2.000 mahasiswa per tahun, termasuk tambahan biaya buku, dan uang saku bagi yang memiliki prestasi.
Selain beasiswa, pemberian dana dusun Rp100 juta per tahun juga menjadi salah satu prioritas dari 11 program yang dirancang dalam RPJMD.
Baca juga: Pemprov Sulawesi Tenggara Targetkan Perbaikan Jalan 61 Kilometer per Tahun dalam RPJMD 2025–2029
Sementara itu, sembilan program lainnya yakni mendorong pendidikan yang berkualitas dengan penerapan smart classroom di sekolah dasar hingga menengah tersebar di 13 kecamatan Kabupaten Konut.
Membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) modern beserta puskesmas yang paripurna, dan layanan Kartu BPJS bagi seluruh masyarakat Konut.
Penataan Wanggudu sebagai kawasan kota hijau dan modern di Konut, serta membangun jalan penghubung lintas kecamatan.
"Selanjutnya, meningkatkan daya saing daerah melalui pelayanan perizinan secara daring," ucap Ikbar.
Selain itu, membangun technopark pertanian, kawasan industri pengolahan sawit, dan pertambangan hilir.
Transformasi digital Pemerintah Kabupaten Konut hingga Pemerintah Desa melakukan pelayanan dengan berbasis elektronik terpadu.
Baca juga: Sektor Perikanan, Pertanian dan Pariwisata Jadi Prioritas Penyusunan RPJMD Buton Selatan
"Dari 13 kecamatan, enam di antaranya masih blankspot sehingga diharapkan proses digitalisasi di Kabupaten Konawe Utara segera tertangani," katanya.
Kemudian, Pemkab Konawe juga menargetkan 10 desa inovasi, 5 desa wisata aktif dan berjejaring nasional.
Lalu, membangun tanggul sungai serta kolam regulasi berbasis ekowisata, merevitalisasi rumah ibadah dan pusat budaya.
Pada hasil penyelarasan RPJMD Konut 2025-2029 oleh Bappeda Sulawesi Tenggara, belum terlihat dukungan program daerah terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ikbar menyebut hal tersebut bakal ditindaklanjuti sebab menurutnya PSN ini menjadi salah satu nilai tambah bagi masyarakat Konut.