Berita Konawe

BWS Sulawesi IV Kendari Sudah Perbaiki Bangunan Ukur Bendungan Ameroro Konawe Sulawesi Tenggara

BWS Sulawesi IV Kendari memperbaiki bangunan ukur ambang lebar Bendungan Ameroro Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penulis: Annisa Nurdiassa | Editor: Sitti Nurmalasari
Dokumentasi TribunnewsSultra
PENINJAUAN BENDUNGAN AMERORO - Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya bersama rombongan meninjau lokasi perbaikan bangunan ukur ambang lebar Bendungan Ameroro yang dikerjakan oleh BWS Sulawesi IV Kendari, Jumat (11/3/2025). (Dokumentasi TribunnewsSultra.com) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari memperbaiki bangunan ukur ambang lebar Bendungan Ameroro Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (11/4/2025).

Kepala Satker OP BWS Sulawesi IV Kendari, Agus Karim, mengatakan perbaikan pada bangunan ukur tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan petani yang terancam gagal tanam akibat kekurangan air. 

"Sudah kami perbaiki dan airnya sudah mengalir ke sawah petani yang sebelumnya disebut gagal tanam. Kami menurunkan ketinggian palang dari 70 cm menjadi 50 cm,” kata Agus Karim.

Namun, Agus menjelaskan bahwa penurunan ketinggian tersebut bersifat sementara. 

"Kami turunkan dulu untuk sementara waktu, mengingat mendesaknya kebutuhan air bagi petani yang akan memulai masa tanam pertama," terangnya.

Baca juga: Aksi Demo Petani di DPRD Konawe Sultra, Keluhkan Air di Bendungan Ameroro Tak Aliri 143 Hektar Sawah

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa setelah masa panen selesai, pihaknya akan kembali menormalkan bangunan ukur ambang lebar ke posisi semula.

Sekaligus melakukan perbaikan untuk seluruh jaringan irigasi tersier dan sekunder yang rusak. 

"Setelah panen nanti, kami akan melakukan perbaikan sedimentasi lumpur akibat pendangkalan, serta memperbaiki jaringan irigasi tersier dan sekunder yang rusak atau jebol,” jelasnya.

“Tujuannya agar areal sawah yang sebelumnya hanya teraliri sekitar 1.000 hektare dapat meningkat menjadi 3.000 hektare," lanjutnya. 

Sementara itu, di lokasi yang sama, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya bersama rombongan dan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), turut meninjau langsung perbaikan bangunan ukur tersebut.

Baca juga: 143 Hektar Sawah Terancam Gagal Tanam, DPRD Konawe Agendakan RDP Bersama BWS Sulawesi IV Kendari

Ia pun mengapresiasi kerja dari pihak terkait, sehingga para petani bisa segera melakukan penanaman pada musim tanam ini. 

"Inilah hasil perjuangan rekan-rekan petani Kecamatan Uepai yang mengalami gagal tanam. Kami legislatif berperan sebagai fasilitator antara petani dan BWS, dan kini telah membuahkan hasil yang menggembirakan," terang I Made Asmaya.

"Oleh karena itu, kami berharap para petani kita, khususnya yang kemarin gagal tanam di Desa Ameroro, dapat segera melaksanakan masa tanam pertama," katanya menambahkan.

Diketahui, sebelumnya DPRD Konawe melalui Komisi II, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis, 10 April 2025.

RDP melibatkan pihak BWS Sulawesi IV Kendari dan para petani Kecamatan Uepai yang terancam gagal tanam pada 143 hektare lahan sawah, akibat terhambatnya pasokan air, diduga usai pembangunan bangunan ukur ambang lebar Bendungan Ameroro. (*)

(TribunnewsSultra.com/Annisa Nurdiassa)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved