Berita Kolaka Timur

Harga Minyak Nilam Melonjak di Kabupaten Kolaka Timur Tembus Rp2,2 Juta Per Kilo, Petani Semangat

Petani nilam di Kolaka Timur semangat menyambut harga minyak nilam melonjak hingga Rp2,2 juta per kilogram.

Penulis: Sahrul Abdul Sulaeman | Editor: Amelda Devi Indriyani
kolase foto (handover)
Petani nilam di Kolaka Timur semangat menyambut harga minyak nilam melonjak hingga Rp2,2 juta per kilogram. Sejak satu bulan terakhir, harga minyak nilam di Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin melonjak. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLAKA TIMUR - Petani nilam di Kolaka Timur semangat menyambut harga minyak nilam melonjak hingga Rp2,2 juta per kilogram.

Sejak satu bulan terakhir, harga minyak nilam di Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin melonjak.

Kini minyak jenis atsiri itu dijual Rp2,2 Juta per kilogram dari sebelumnya hanya Rp1,2 juta per Kilogram.

Kenaikan harga minyak nilam sebesar Rp1 juta ini menjadi penyemangat bagi petani setempat untuk kembali membudidayakan pohon nilam

Harga jual yang relatif tinggi merupakan salah satu daya pikat utamanya.

Menurut petani nilam Desa Simbune, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, Tiasno (34), kenaikan harga minyak nilam menjadi semangat baru bagi petani.

Baca juga: Nilam hingga Kemiri Jadi Unggulan Baru, Ekspor 2021 Karantina Pertanian Kendari Sumbang Rp4,9 Miliar

Tepatnya seusai sempat mengalami gagal panen beberapa waktu lalu karena kemarau panjang.

“Kami semangat karena minyak nilam kembali dibeli dengan harga tinggi,” kata Tiasno kepada TribunewsSultra.com, Jumat (27/09/2024).

Ia menjelaskan, minyak nilam yang dihasilkan dari daerah Kecamatan Tirawuta ini memiliki kualitas kelas satu. 

Sebab didukung lokasi wilayah pegunungan dan kondisi cuaca yang cukup mendukung saat ini.

“Jadi kontur tanah berbatuan ini bagus untuk tanam nilam, warna minyaknya juga bagus sekali (Sangat bagus),” jelasnya.

Lebih lanjut, Tiasno mengatakan dirinya baru saja memanen hasil nilamnya sejumlah 30 kilogram belum lama ini dari luas lahan yang hanya 200 meter. 

Hasilnya dari panen nilam tersebut Tiasno menjualnya ke pengepul minyak nilam setempat dengan total penghasilan Rp66 juta.

“InsyaAllah sekitar dua Minggu lagi kita bisa panen lagi, kita jual minyak yang sudah bersih dan bisa dipakai,” sebutnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Sahrul Abdul Sulaeman)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved