Kisah Viral

Viral Kisah Siswi di Maluku Dicoret Ikut Seleksi Paskibraka 2024, Punya Nilai Tertinggi Tapi Diganti

Berikut ini viral di media sosial, kisah seorang siswi di Maluku yang dicoret namanya untuk mengikuti seleksi Paskibraka nasional tahun 2024.

Kolase TribunnewsSultra.com
Berikut ini viral di media sosial, kisah seorang siswi di Maluku yang dicoret namanya untuk mengikuti seleksi Paskibraka nasional tahun 2024. Ia adalah Kristianie Lumatalale, yang awalnya mewakili Maluku untuk seleksi nasional Paskibraka 2024. Sayangnya, tak lama setelah dinyatakan lolos tingkat provinsi, ia digantikan. Kristianie pada dasarnya memiliki nilai tertinggi namun tetap digantikan. 

Bahkan dia mengaku menemukan fakta bahwa beberapa orang yang diberangkatkan ke Jakarta juga memiliki masalah kesehatan. Namun justru dirinya yang dicoret.

"Ada yang tekanan darah 160, ada yang giginya berlubang dan 5 gigi hilang tapi tetap diberangkatkan, bahkan ada yang tidak lolos seleksi dan tidak pernah dipanggil ikut tes kesehatan tapi diberangkatkan ikut seleksi nasional," katanya.

Kristianie tak bisa menutupi kekecewaannya karena namanya dicoret secara tiba-tiba.

"Jujur saya sangat kecewa sekali, tiba-tiba nama saya diganti," katanya.

Kini Kristiane secara otomatis akan menjadi anggota Paskibraka di tingkat provinsi. Namun Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat mengambil keputusan menarik Kristianie agar bertugas di tingkat kabupaten.

"Pemkab tidak mau lagi dan menarik saya untuk tugas Paskibraka di kabupaten," ujarnya.

Hal ini membuat para guru dan teman-temannya banyak yang menghubunginya agar tetap sabar dan semangat.

"Iya wali kelas juga hubungi saya kasih motivasi dan bilang saya tetap sabar dan semangat, beliau meminta saya tetap belajar dan mental harus kuat seperti baja," ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Kristanie, Loce Wattimena mengungkap, menjelang keberangkatan seleksi ke Jakarta, nama anaknya digantikan orang lain tanpa pemberitahuan.

Harapan Kristianie menjadi anggota Paskibraka Nasional pada HUT ke-79 RI tahun 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN) itu pun pupus seketika.

"Anak saya sudah dinyatakan lolos tapi tiba-tiba namanya dicoret dan digantikan dengan orang lain. Saya sebagai orangtua sangat kecewa sekali," kata Loce Wattimena, Selasa (11/6/2024).

Loce mendengar dicoretnya nama Kristiane disebabkan lantaran hasil pemeriksaan kesehatan putrinya yang tidak memenuhi syarat.

"Ada keterangan katanya anak saya pernah kolaps tidak mampu beraktivitas dan sering pingsan itu semua tidak benar, kami sangat sayangkan karena hasil itu tidak pernah diumumkan panitia, malah didengar dari orang lain," katanya.

Dia menyesalkan hasil pemeriksaan kesehatan tidak dilakukan secara transparan, bahkan Kristianie tidak pernah diberi tahu mengenai hasilnya.

Selain itu, dia mendengar kabar adanya indikasi peserta lain yang tidak lolos seleksi namun dipanggil mengikuti tes kesehatan oleh panitia seleksi, bahkan ada yang tidak pernah mengikuti tes kesehatan tapi tetap diberangkatkan.

Tanggapan Panitia Daerah

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku yang juga Wakil Ketua Seleksi Daerah Anggota Paskibraka tingkat provinsi Daniel Indey mengakui Kristianie dan tiga temannya telah ditetapkan sebagai peserta yang lolos seleksi tingkat provinsi.

"Kristanie Lumatalale memang nilainya tertinggi, kita sudah tetapkan dia bersama tiga temannya lolos seleksi daerah dan siap untuk ikut seleksi nasional," kata Daniel kepada Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa.

Namun menurutnya adalah satu tes lagi yang harus diikuti, yakni pemeriksaan kesehatan sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jakarta.

Dia menyebut Kristianie dan dua orang lainnya tidak memenuhi syarat. Namun dia tidak menjelaskan secara detail masalah kesehatan yang dimaksud.

"Dari tahapan medical check up ini ternyata ada tiga orang yang hasilnya tidak memenuhi syarat kesehatan, salah satunya termasuk adik Kristianie ini. Saya tidak perlu menjelaskan masalahnya apa karena ini menyangkut rekam medis privasi orang ya," ungkapnya.

Pihaknya lalu memanggil kembali tiga peserta yang sebelumnya tidak lolos seleksi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Tiga orang yang dipanggil ikut medical check up itu satu dari kabupaten Buru, satu dari Maluku Tengah dan satu lagi dari Ambon. Mereka bertiga ikut MCU sambil menunggu penetapan dari BPIP," ungkapnya.

Menurut Daniel, dari tiga peserta pengganti hanya dua orang yang memenuhi syarat kesehatan, sehingga dia mencari satu pengganti lagi.

"Tiga peserta yang ikut MCU belakangan itu hanya dua yang memenuhi syarat yaitu siswi atas nama Arum Lestari dari Buru dan Tawainela dari Maluku Tengah sementara Itin Wenno dari Ambon tidak direkomendasikan" ungkapnya.

"Karena ada satu peserta yang tidak direkomendasikan maka dicari lagi satu peserta baru," tambahnya.

Satu peserta tambahan yang dipilih panitia diketahui bernama Mesial Salamony.

Dia mengakui satu peserta tambahan ini tidak mengikuti tes kesehatan karena waktunya sudah tidak cukup lagi.

Namun siswa ini kemudian mengikuti tes kesehatan di Jakarta.

"Satu pengganti ini namanya Mesial Salamony. Itu karena hasilnya keluar hari Jumat itu sudah menjelang malam, sehingga kondisinya sudah tidak ada pelayanan di rumah sakit, setelah berkoordinasi dengan BPIP diambil kebijakan untuk Mesial Salamony ini ikut MCU di Jakarta," ungkapnya.

Mahasiswa Demo

Dicoretnya nama Kristianie ini berbuntut pada demo mahasiswa.

Melansir Tribun Ambon, Gerakan Mahasiswa Alifuru (Gemafuru) turut menyoroti kejadian tersebut dengan menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (12/6/2024).

Mereka menyoal proses seleksi Paskibraka Nasional asal Maluku.

Para demonstran membawa aneka poster dan spanduk. Di antaranya adalah kain putih panjang bertuliskan 'Tolak Nepotisme, Kristianie Butuh Keadilan'.

Korlap Aksi Demo, Welrinto Luturmas mengatakan aksi tersebut dilakukan guna melawan dugaan praktik nepotisme seleksi Paskibraka Nasional dari Maluku.

"Poin utama dari aksi kami di saat ini ialah melawan tindakan nepotisme yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya kepada Tribun Ambon, Rabu (12/6/2024).

Selanjutnya, Gemafuru bersama DPRD akan beraudiensi bersama tim seleksi guna menyelesaikan polemik tersebut.

"Untuk tindak lanjutnya besok kami akan audiensi dengan pihak terkait bersamaan dengan DPRD Provinsi Maluku," tandasnya.

Terkait dugaan nepotisme bahwa pengganti Kristianie dan kawan-kawan adalah titipan para pejabat di Maluku, Daniel dengan tegas membantahnya.

"Yang jelas hal itu tidak benar, saya yakin tidak benar kalaupun ada yang punya bukti silakan dilaporkan," tegasnya.

Dia mengklaim hasil tahapan seleksi langsung disampaikan kepada para peserta. Sedangkan hasil tes kesehatan memang tidak disampaikan kepada peserta karena hal itu menjadi kewenangan BPIP.

"Iya untuk hasil kesehatan itu selesai medical check up langsung kita kirim ke BPIP, mereka yang verifikasi dan hasil itu secara resmi baru diumumkan tanggal 7 Juni kemarin, sehingga kita baru tahu hasilnya, nah kalau kita umumkan sementara hasilnya belum keluar itu jadi bermasalah," ungkapnya.

Daniel mengaku sudah menjelaskan masalah ini kepada para pendamping tiga peserta yang dinyatakan tidak lolos syarat kesehatan.

"Saya sudah memberikan penjelasan kepada pendamping, termasuk ke Kepala Kesbangpol Seram Bagian Barat saya telepon dan saya jelaskan masalahnya Adik Kristianie ini tidak lolos karena masalah kesehatan," ujarnya.

Penjelasan BPIP

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjelaskan, Kristianie Lumatalale gagal mewakili Maluku menjadi Paskibraka tingkat nasional lantaran adanya masalah kesehatan.

"BPIP menyampaikan bahwa bakal calon Paskibraka yang akan mengikuti verifikasi di tingkat pusat, semuanya diwajibkan melaksanakan medical check up, yang mencakup darah lengkap, fungsi ginjal (ureum kreatinin), fungsi liver (SGOT, SGPT), tes penyakit menular (anti HIV,VDRL,TPHA), urine, EKG dan rontgen Thorax PA," kata BPIP dikutip dari keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/6/2024).

"Berdasarkan hasil verifikasi administrasi kesehatan Calon Paskibraka dari Maluku oleh Panitia Pusat BPIP, Kristianie Lumatalale dinyatakan memiliki catatan medis yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan Calon Paskibraka Tingkat Pusat," ungkap BPIP.

Tim Dokter Panitia Tingkat Pusat akhirnya tidak merekomendasikan Kristiane Lumatalale berangkat ke Jakarta karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

Meski demikian, Kristiane tetap bisa mengikti proses menjadi Paskibraka tingkat provinisi di Maluku.

"BPIP mengimbau kepada semua bakal calon Paskibraka, agar senantiasa merawat dan menjaga kesehatan, mengingat pelaksanaan tugas seorang Paskibraka menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima, untuk keberhasilan pelaksanaan upacara kenegaraan," kata BPIP. (*)

(BangkaPos.com)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved