Berita Kendari

Puluhan Lapak PKL di Kota Lama Dibongkar Satpol PP, Kini Bakal Lakukan Pengawasan Intens

Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar pasar sentral kota lama diterbitkan Satpol PP Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (18/1/2023).

Tribunnewssultra.com/Amelda Devi Indriyani
Satpol-PP Kota Kendari saat menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota lama, Kota Kendari, Rabu (18/1/2023). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar pasar sentral kota lama dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (18/1/2023).

Kurang lebih ada 80 lapak dari 3 lokasi diantaranya, di area depan pasar tempat pelelangan ikan (TPI), kemudian sepanjang jalan Pembangunan, Jalan Ir Soekarno hingga Jalan Tinumbu, Kelurahan Dapu-dapura, Kecamatan Kendari Barat.

Kepala Satpol PP Kota Kendari Samsu Alam mengatakan penertiban dilakukan dalam rangka penataan kota, sebab para PKL membuka lapak di bahu jalan dan median jalan.

Baca juga: Dokpol RS Bhayangkara Kendari Periksa Kesehatan Anak Yatim Piatu, Pengurus Panti Asuhan hingga PKL

Kata dia, sebelumnya pihaknya telah mensosialisasikan dan memberi teguran kepada para pedagang, bersama dengan pihak Kelurahan Dapu-dapura dan Kelurahan Sodoha.

Teguran yang diberikan juga karena PKL melanggar Peraturan Daerah Kota Kendari Nomor 10 tahun 2024 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Dalam kesempatan itu Satpol PP mengerahkan anggota sebanyak 123 orang yang dibantu oleh Kodim 10 orang, Polsek Kemaraya 5 orang, POMAL 4  orang, POM AD 4 orang dan Dishub sebanyak 10 orang. Serta anggota divisi penertiban dalam Satgas penataan Kota Kendari.

Satpol-PP Kota Kendari saat menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota lama, Kota Kendari, Rabu (18/1/2023).
Satpol-PP Kota Kendari saat menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota lama, Kota Kendari, Rabu (18/1/2023). (Tribunnewssultra.com/Amelda Devi Indriyani)

"Atas kesadaran teman-teman pedagang sendiri ada juga beberapa yang meminta waktu terkait dengan kondisi lapak yang permanen," jelasnya.

Terpantau, kegiatan tersebut berlangsung secara kondusif hingga selesai dan pedagang menerima baik saran tersebut.

"Artinya tindakan persuasif yang kami ambil," ujarnya.

Setelah penertiban, Samsu berharap kesadaran dari para PKL agar tetap berjualan dengan tertib mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Mahasiswa Pascasarjana UHO PKL di SD Lazuardi Ibnu Sina dan SMA Negeri 9 Kendari Sulawesi Tenggara

Untuk memasifkan ketertiban tersebut, Samsu mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan intens, di mulai sore dan seterusnya.

Sementara itu, Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman mengatakan, dalam penertiban itu pihak Polresta Kendari menurunkan sebanyak 10 anggota.

"Kami  tugasnya, hanya memback up saja, tugas utamanya dari Satpol-PP," ujarnya.

(TribunnewsSultra.com/Amelea Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved