Liga 1
Ini 3 Pelanggaran Berat saat Tragedi Arema FC Vs Persebaya, Salah Satunya Main Larut Malam
deretan fakta terkait kerusuhan yang terjadi saat pasca laga Arema Vs Persebaya. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, disorot Save Our Soccer
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Inilah deretan fakta terkait kerusuhan yang terjadi saat pasca laga Arema Vs Persebaya.
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan menjadi sorotan dari Save Our Soccer.
Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali pun menyayangkan tragedi Arema vs Persebaya bisa terjadi, Sabtu (1/10/2022)
Namun untungnya, di laga tersebut tidak ada suporter lawan yang datang ke Stadion Kanjuruhan dan murni para pendukung Arema FC saja.
Akan tetapi tak ada yang menduga kejadian tragis pun tetap terjadi, sehingga menelan banyak korban jiwa.
Baca juga: Kerusuhan dan Kekalahan Arema FC, Javier Roca Siap Dipecat hingga Manajemen Legowo Disanksi Berat
Akibat kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya, membuat suporter Singo Edan Murka dengan hasil tersebut.
Dan berusaha masuk kedalam lapangan hingga akhir membuat aparat bertindak dengan menembakkan gas air mata.
Sehingga memicu kepanikan yang membuat korban jiwa berjatuhan, di laga tersebut.
Namun Akmal Marhali mengatakan ada beberapa pelanggaran yang menjadi sorotan yang mestinya diminimalisir.
Berikut ini 3 pelanggaran pelanggaran berat dalam tragedi Arema Vs Persebaya pekan lalu
1. Tiket Melebih Kapasitas

Diduga ada beberapa aturan yang dilanggar pihak penyelenggara maupun aparat keamanan.
Akmal mengungkapkan pelanggaran yang dilakukan Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC.
Seperti menjual tiket tidak sesuai dengan instruksi kepolisian.
Sebelum pertandingan tersebut digelar, aparat menginstruksikan Panpel hanya boleh mencetak tiket sebanyak 25.000 lembar.