Liga 1
Ini 3 Pelanggaran Berat saat Tragedi Arema FC Vs Persebaya, Salah Satunya Main Larut Malam
deretan fakta terkait kerusuhan yang terjadi saat pasca laga Arema Vs Persebaya. Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, disorot Save Our Soccer
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Namun, instruksi kepolisian itu tidak diindahkan dan Panpel justru mencetak tiket hingga sebanyak 45.000 lembar.
Baca juga: Iwan Bule Pimpin Investigasi Kerusuhan Arema, Valentino Simanjuntak Mundur Jadi Komentator Liga 1
Akibatnya membuat Stadion Kanjuruhan terlalu penuh massa atau penonton.
"Ini over capacity dari Stadion Kanjuruhan sehingga kemudian jumlah penonton tidak sebanding dengan kapasitas stadion," kata Akmal dikutip dari Kompas.com pada Senin (3/10/2022).
"Sehingga berjubel, desak-desakan, dan ini pelanggaran prosedural yang sangat fatal," ucap dia.
2. Main Larut Malam

Akmal turut menyoroti pelanggaran lain terkait jadwal pertandingan laga yang digelar terlalu malam.
Pihak dari kepolisiantelah menyarankan pertandingan Arema Vs Persebaya dimulai pada pukul 15.30 WIB.
Instruksi aparat keamanan itu tidak dihiraukan dan pertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya tetap digelar pada pukul 20.00 WIB.
"Save Our Soccer menyampaikan PSSI harus merevisi ulang jadwal pertandingan sepak bola yang larut malam," ujar Akmal.
"Karena sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." kata Akmal
3. Gas Air Mata

Pelanggaran yang aparat keamanan dalam pengamanan terhadap pertandingan sepak bola tersebut, menjadi sorotan publik.
Pelanggaran aparat kepolisian yakni menembakkan gas air mata di dalam stadion yang kemudian diarahkan ke tribune penonton.
Menurut Akmal, tembakan gas air mata di dalam stadion ke arah tribune tidak sesuai prosedur dan melanggar aturan FIFA.
Tembakan gas air mata menjadi salah satu faktor banyaknya suporter yang sesak napas.