Rusuh Arema vs Persebaya

Tragedi Kanjuruhan, Gas Air Mata Diduga Pemicu Jatuhnya Korban Jiwa, Polisi Sayangkan Sikap Suporter

Kapolda Jawa Timur memberikan klarifikasi terkait tembakan gas air mata saat rusuh laga Arema FC vs Persebaya. Pekan ke-11 Liga 1.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Surya Malang
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan sementara kompetisi Liga 1 2022 buntut tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim). Tragedi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam tersebut menyebabkan 127 korban tewas dan 180 orang menjalani perawatan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kapolda Jawa Timur memberikan klarifikasi terkait tembakan gas air mata saat rusuh laga Arema FC vs Persebaya.

Pertandingan Arema FC vs Persebaya tersaji di pekan ke-11 Liga 1 dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Sabtu (1/2/2022),

Arema FC bertindak sebagai tamu, harus puas di laga bertajuk derbi Jawa Timur dengan kekalahan.

Singo Edan julukan Arema FC harus tertunduk malu di publik sendiri dengan skor 2-3 dari Persebaya.

Tak hanya kekalahan saja dengan hasil ini turut mencoreng sejarah Arema FC yang telah berlangsung lebih dari dua dekade atau 23 tahun.

Baca juga: ‘Tidak ada Sepakbola Seharga Nyawa’ Pilu Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana atau Juragan 99

Selama 23 tahun derby kedua tim ini, akhirnya Bajul Ijo julukan Persebaya menang atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan setelah penantian 23 tahun.

Kekalahan di kandang ini berakhir pilu, karena kekecewaan suporter tuan rumah hingga kericuhan terjadi.

Pendukung tuan rumah tak terima hasil pertandingan ini dan memutuskan turun ke lapangan.

Oknum suporter ini lalu merusak segala fasilitas di stadion berkapasitas 45.000 penonton tersebut.

Kelengkapan stadion disebut mengalami kerusakan seperti videotron, pagar stadion, dan beberapa kursi.

Baca juga: 10 Tragedi Sepakbola Paling Mematikan, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Terbanyak Kedua Korban Meninggal

Untuk meredam situasi agar tidak memanas, penembakan gas air mata pun dilakukan ke arah penonton.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan penembakan gas air mata terhadap oknum suporter di atas tribune sesuai dengan prosedur.

Upaya menghalau serangan oknum suporter yang merangsek turun ke lapangan dan berbuat anarkistis.

"Para suporter berlarian ke salah satu titik di Pintu 12 Stadion Kanjuruhan."

Halaman
123
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved