Berita Kendari

Upah Minimum Kota Kendari Bakal Naik Tahun 2023, Pemkot Sementara Tinjau Kenaikan Harga

Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian tengah membahas penentuan besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2023.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Ali Aksa. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian tengah membahas penentuan besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2023.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengatakan penetapan kenaikan UMK 2023 akan disesuaikan dengan melihat kemampuan daerah.

Kata dia, pihaknya akan mendiskusikan penentuan besaran UMK secara cermat dan menghitung segala komponen yang berkaitan di dalamnya.

Bahkan, pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi terkini, apalagi secara faktual monitor dinamika yang ada di lapangan terjadi inflasi atau kenaikan harga pada beberapa komoditas.

"Utamanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mempunyai efek domino yang cukup panjang," ujarnya Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Bentrok Mahasiswa Pecah di Kampus Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari Sulawesi Tenggara

"Karena itu punya implikasi yang cukup banyak dari kenaikan UMK. Tetapi mudah-mudahan kita bisa memenuhi harapan masyarakat kita," bebernya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari, Ali Aksa mengatakan pihaknya sementara melakukan peninjauan kenaikan harga untuk menentukan UMK di Kendari.

Kata dia, tim peninjauan berasal dari kalangan buruh, pedagang, perguruan tinggi, dan stakeholder lainnya yang berhubungan dengan pengupahan.

Sementara hasil dari peninjauan dan penentuan besaran UMK akan dirilis pada akhir November 2022 mendatang dan aturan baru dari UMK tersebut akan berlaku per Januari 2023.

"Iya, sekarang tim kami lagi turun. Jadi mungkin akhir November 2022 kita akan rilis hasilnya," kata Ali Aksa.

Baca juga: Merasa Dirugikan, Warga Muna Sultra Keluhkan Pemadaman Listrik 2 Jam Tiap Harinya di Empat Desa

Ali Aksa mengaku pihaknya belum bisa memastikan berapa persen kenaikan UMK tersebut, karena kenaikan UMK yang terjadi setiap tahunnya ini tidak menentu besarannya.

Lantaran, penentuan besaran UMK ditetapkan berdasarkan indeks kenaikan harga yang terjadi saat itu juga.

"Nanti kita akan rapat lagi baru kita akan cari solusinya tapi rumusan jelasnya nanti. Saat ini indeks yang dikeluarkan oleh statistik belum ada sehingga kita belum menghitung," ucapnya.

Dalam menentukan UMK 2023 mendatang, Ali Aksa menyebut pihaknya akan mengambil standar Upah Minimum Provinsi (UMP) yang terbaru dan UMK sebelumnya.

"Itu kita perbandingkan, biasanya. Nanti kita akan pertemukan antara pihak buruh, perusahaan. Kalau itu tidak ada titik temunya, kita ambil jalan tengah, kalau tahun kemarin begitu," ujarnya.

Baca juga: Cerita Warga Baubau Sulawesi Tenggara Rumahnya Disambangi Presiden Jokowi hingga Diberikan Bingkisan

"Jadi ada yang kita hasilkan berdasarkan rumusan yang ada, UMP. Karena biasanya Upah Minimum Provinsi lebih kecil daripada UMK," ujarnya.

Untuk diketahui, besaran UMK Kota Kendari saat ini sekiranya Rp2.823.000. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved