Opini

OPINI: September Berdarah Momentum Memperkuat Basis Social Society

Pasang naik dan pasang surut pergerakan mahasiswa sudah menjadi masalah yang akut dalam setiap lintasan sejarah.

Istimewa
Kader GMNI Kendari, Rasmin Jaya. 

Jangan sampai kita menjadi generasi yang lemah yang membiarkan kerusakan terus mengakar sehingga menggerogoti sendi-sendi kehidupan masyarakat yang lain dan menjadi penyakit kronis pada bangsa ini yang akut.

Kembali pada sebuah adigum, kondisi yang baik akan melahirkan generasi yang lemah, generasi yang lemah akan melahirkan kondisi yang buruk, kondisi yang buruk akan melahirkan generasi yang kuat dan generasi yang kuat akan menciptakan kondisi yang baik.

Olehnya itu, marilah kita berpikir bagaimana memikirkan dan menata kondisi bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Beberapa alternatif memang sudah banyak di pikirkan oleh para ahli untuk keluar dari kungkungan hegemoni para oligarki yang masih bersarang dalam tubuh demokrasi.

Baca juga: Opini: Kader Refleksi Dies Natalis GMNI ke 68 Tahun, Transformasi Gerakan Menuju Satu Dekade

Prof Jeffrey Winters misalnya yang menawarkan merekonstruksi agar legislatif yang hari ini sangat sedikit isinya dijadikan big legislative 5.000 orang dengan harapan akan memperkecil daya cengkraman lembaga negara dan harga kursinya.

Atau saran Prof John Mccomik di University of Chicago yang mengatakan bila DPR, DPD dan MPR semua akan selalu menjadi lembaga yang mewakili kaum kaya maka dalam bukunya Machiaveli Democracy beliau mengatakan harus membentuk lembaga khusus yang mewakili yang miskin yang dipilih tanpa pemilihan.

Sehingga akan otomatis terpilih perwakilan tiap-tiap daerah dan entitas dengan syarat yang boleh mewakili orang tak berpunya hanyalah orang tak berpunya.

Kemudian yang ketiga mengubah sistem politik Indonesia dengan ciri khas musyawarah mufakat sehingga menghasilkan sistem politik efektif.

Selanjutnya cara yang paling radikal dan sebisa mungkin dihindari dalam melakukan perubahan adalah revolusi karena kita harus mengorbankan sumber daya yang ada termasuk nyawa manusia tetapi bahwa tak ada jaminan sepenuhnya kondisi dan situasi bisa baik dengan maksimal yang pasti kita sudah berjuang sebagaimana mestinya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved