Senin, 13 April 2026

OPINI

Opini: Kader Refleksi Dies Natalis GMNI ke 68 Tahun, Transformasi Gerakan Menuju Satu Dekade

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turut menyukseskan Dies Natal

Tayang:
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Laode Ari
zoom-inlihat foto Opini: Kader Refleksi Dies Natalis GMNI ke 68 Tahun, Transformasi Gerakan Menuju Satu Dekade
Handover
Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turut menyukseskan Dies Natalis ke 68 GMNI.

Penulis dalam kesempatannya sekaligus merefleksi dianggap penting dengan dies natalis tersebut bisa menjadi renungan dalam memperbaiki hal-hal yang penting untuk perubahan GMNI kedepan.

Menciptakan dan melahirkan kepeloporan kepemimpinan yang progres dan revolusioner adalah salah satu dari berbagai target dan sasaran GMNI kedepan. Mengisi ruang dan pos-pos kritis dari berbagai lini sektor, bisa melakukan gebrakan loncatan intelektual yang lebih jauh ke depan.

Melakukan pemberdayaan dan membangun sumber daya manusia untuk tata kelola SDA dan mempersatukan barisan nasionalis marhaenis baik nasional maupun di tataran cabang seluruh Indonesia.

Sehingga terkait dengan orientasi dan tujuan GMNI yang berhaluan nasionalis dengan asas perjuangan marhaenisme bisa terwujud dalam pengejawantahannya dengan baik dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas.

Jauh dari itu, harapan terselenggaranya dies natalis GmnI bisa merefleksi perjalanan GmnI secara historis, dan membawa kepeloporan kepemimpinan yang dapat menyatukan dan merangkul seluruh elemen gerakan.

Baca juga: GMNI Sebut Aktivitas PT GKP di Konkep Harus Sesuai Regulasi dan Pemerintah Harus Transparan

Secara HISTORIS berbicara mengenai gerakan organisasi GmnI akan selalu menjadi tema menarik, menegangkan dan akan selalu menjadi wacana dalam seluk beluk pergerakan mahasiswa dalam mengisi pos-pos kritis dalam hidup berbangsa dan bernegara. 

Penulis sendiri yang bergelut dalam organisasi GmnI mengetahui betul meski bukan pelaku sejarah tetapi dalam berbagai literatur arus kekuatan GmnI sempat terkubur.

Kita pernah mengalami suatu masa di mana rezim orde baru tak memberikan ruang dan keleluasan bagi entitas organisasi sosial politik yang berbeda dengan kekuatan orde baru sehingga terjadi adanya upaya Desoekarnoisasi dan menghilangkan ajarannya marhaenisme sebagai asas perjuangan gerakan mahasiswa nasional indonesia itu sendiri.

Di situlah upaya mengaburkan fakta sejarah untuk menjauhkan bung karno dari pengikut-pengikutnya. Selalu ada pasang surut dalam setiap dinamika politik kebangsaan tetapi kita tak boleh terlempar dan tergilas dari fase sejarah bahkan untuk harus menjadi penonton.

Kita harus terus bergerak dan melangkah memenangkan zaman dan menuju kejayaan GMNI.

Namun jika situasi dan kondisi sekarang tak bisa kita manfaatkan dan masih saja diam melihat situasi masalah dalam internal gerakan mahasiswa nasional indonesia itu sendiri pasti kita akan merasakan kekalahan dalam perebutan kancah sejarah perjuangan.

Liat saja di momentum ini misalnya bagaimana kaum kiri nasionalis radikal harus di cap komunis dan tak beragama.

Itulah sedikit dari berbagai tantangan kaum kiri sebagai mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi gerakan mahasiswa nasional indonesia yang beraliran nasionalis marhaenis di tengah pertarungan ideologi sectarian dan organisasi untuk melebarkan sayap masing-masing.

Baca juga: DPP GMNI Sebut Kandidat Pemilu 2024 Jangan Hanya Kejar Pencitraan, Aksi Nyata di Masyarakat

Tidak hanya itu anggota dan kader GMNI juga tak bisa lepas dari stigma kelekatan GmnI kepada sala satu partai politik tetap tertanam di benak masyarakat khususnya PNI dan PDIP, kesamaan simbol-simbol dan kaitan sejarah masa lalu memperkuat argumen dan asumsi masyarakat bahwa anggota dan kader gerakan mahasiswa nasional Indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sala satu partai politik di orde lama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved