Berita Kendari
DPD REI Sultra Catat Penjualan Rumah Hunian Subsidi Per September 2022 Capai 2.800 Unit
Penjualan rumah hunian subsidi di Sulawesi Tenggara (Sultra) per September 2022 capai 2.800 unit.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Desi Triana Aswan
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Penjualan rumah hunian subsidi di Sulawesi Tenggara (Sultra) per September 2022 capai 2.800 unit.
Pencapaian hunian rumah subsidi tersebut, berdasarkan dari data sepanjang 2022 yang diperoleh DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) REI Sultra, Basran mengatakan penjualan unit pada tahun ini sebanyak 2.800 unit dengan target pembangunan 3.800 unit.
Artinya, dari pencapaian angka dari salah satu asosiasi perumahan terbesar di Sultra itu tersisa 1.000 unit lagi untuk mencapai target.
Basran berharap sepanjang tahun 2022 ini nantinya DPD REI Sultra bisa mencapai angka penjualan sebanyak 4.000 unit.
Baca juga: Basran Resmi Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPD REI Sultra, Fokus Tata Kelola Keuangan
"Realisasi penjualan pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu (2021) maka mengalami kenaikan sebesar 20 persen,"ungkapnya, Jumat (23/9/2022).
"Kami masih terus mengejar realisasi tahun ini semoga bisa tercapai. Kami berharap jika tercapai target maka dibandingkan dengan tahun lalu meningkat sebesar 30 persen hingga 35 persen,"tambahnya.
Ketua DPD REI Sultra mengatakan hingga sampai saat ini pada 2022, pengembang ataupun keanggotaan di DPD REI Sultra telah mencapai 137 anggota aktif.
Sementara, pengembang terbesar di Sultra jika dilihat keanggotaan di dalamnya saling bersaing ataupun terus mengalami pergantian posisi satu sama lainnya.
"Tetapi, jika dilihat secara rata-rata ada beberapa pengembang terbesar di Sultra antara lain PT Shifa Isthin Neisya (terdapat 12 lebih lokasi perumahan aktif),"imbuhnya.
Lebih lanjut, perumahan lainnya yakni PT Swarna Dwipa Property (Madinah City Square dan Grand Mangku Bumi Residence).
Kemudian ada PT Sahir Propertindo Niaga (Afika Land dan Afika Residence), PT Djavino Grup Indonesia dan beberapa pengembang lainnya.
"Jadi memang jika dilihat posisi perusahaan terbesar di Sultra untuk REI Sultra itu terus mengalami perubahan posisi,"ungkap Basran.
Lanjutnya, dari sisi penjualan sendiri sekira 95 persen para pengembang membangun rumah subsidi tipe 36.
Terkait harganya per unitnya masih sama sejak dua tahun terakhir ini sejak 2022, sementara jika tahun depan tidak naik artinya selama tiga tahun harganya masih stabil.
Baca juga: DPD REI Sultra Dukung Pemanfaatan Limbah Abu Batu Bara PLTU Nii Tanasa Konawe