Berita Sulawesi Tenggara

DPD REI Sultra Dukung Pemanfaatan Limbah Abu Batu Bara PLTU Nii Tanasa Konawe

Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap mendukung pemanfaatan limbah abu batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA)

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Ketua Real Estat Indonesia (REI) DPD Sulawesi Tenggara (Sultra) 2022-2025, Basran 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tenggara (Sultra) siap mendukung pemanfaatan limbah abu batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) untuk pembangunan rumah hunian.

Hal itu disampaikan Ketua REI DPD Sultra 2022-2025, Basran, usai menandatangi perjanjian kerja sama dengan PLN UPDK Kendari terkait pemanfaatan FABA PLTU Nii Tanasa, Rabu (23/3/2022) lalu.

"Kami siap secara organisasi mendukung yang dilakukan PLN UPDK Kendari dalam pemanfaatan FABA dari PLTU Nii Tanasa," kata Basran.

Ia membeberkan jika kebutuhan rumah setiap tahunnya selalu akan bertambah, sehingga rumah yang disediakan pihak pemerintah maupun swasta masih kurang.

Baca juga: Ketua DPD REI Sultra Basran Optimis Penjualan Properti di Sulawesi Tenggara 2022 Capai 4 Ribu Rumah

Berdasarkan hal itu, menurutnya ini adalah peluang bagi pihaknya untuk terus membangun hunian, bahkan juga digiatkan untuk menumbuhkan developer baru.

Dalam proses pembangunan hunian, Basran menyebut rumah dan lingkungan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan.

"Rumah adalah kebutuhan kita, tapi lingkungan itu lebih penting. Kami berusaha membangun rumah berkualitas termasuk di antaranya fasilitas umah (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)" bebernya.

Kata dia, hunian berkualitas tentunya didukung dengan lingkungan yang nyaman. Salah satunya adalah akses jalan menuju perumahan yang nyaman untuk dilewati.

Ia mengaku dengan tawaran dari pihak PLTU Nii Tanasa dalam pemanfaatan limbah nya yakni FABA, bisa digunakan untuk pengerasan jalan.

"Sekarang anggota REI rata-rata jalanan perumahan minimal ada pengerasan dengan desain yang bagus. Ketika ada tawaran dari PLN Nii Tanasa memanfaatkan FABA untuk pengerasan base jalan itu bagus. Walaupun terkena hujan tingkat becaknya tidak sampai tergenang, dia terserap dan terbuang, tidak mengganggu perjalanan ke perumahan," jelasnya.

Ia menyebut, hal itu sesuai dengan konsep hunian yang diterapkan oleh REI Sultra yakni Pembangunan Pemukiman yang Berkelanjutan.

"Ini yang sedang kami galakan, karena backlognya ini besar maka membangun pemukiman yang berkelanjutan. Oleh karena karena itu kami upayakan fasum, khususnya jalan tetap menjadi kondisi yang bagus," ujarnya.

Bahkan pemanfaatan FABA ini menurutnya bisa membantu REI Sultra saat menyerahkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) ke Pemerintah Kota atau Kabupaten, di mana harus dalam kondisi yang bagus.

Baca juga: Hari Ke-35 Perang Rusia Vs Ukraina: Putin Disesatkan Penasihatnya yang Takut Ungkap Dampak Invasi

"Karena sekarang pihak Pemkab dan Pemkot tidak mau menerima begitu saja, menerima fasum fasos tanpa melihat kondisi, apakah sesuai standar atau tidak, jadi mereka mengecek," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved