Berita Kendari
Kenali Gejala DBD Agar Tak Terlambat Mendapatkan Penanganan dan Pengobatan di Puskesmas
Inilah cara mengenali gejala Demam Berdarah Dangue (DBD), jika mengalaminya segera datang ke pusat fasilitas kesehatan masyarakat terdekat.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah cara mengenali gejala Demam Berdarah Dangue (DBD), jika mengalaminya segera datang ke pusat fasilitas kesehatan masyarakat terdekat.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi mengatakan masyarakat perlu mengetahui gejala DBD, untuk meminimalisir terjadinya kematian.
Untuk diketahui, kasus kematian akibat DBD di Kota Kendari telah mencapai lima kasus sepanjang Januari - Agustus 2022.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar terus waspada dan mengenali gejala DBD, mulai dari demam, munculnya bintik merah atau ruam, serta nyeri otot dan sendi.
Kata dia, pada kasus yang parah, biasanya terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat membahayakan nyawa.
Baca juga: Kota Kendari Endemis DBD, Kepala Dinas Kesehatan: Disebabkan Masih Banyak Sarang Nyamuk
Apalagi kondisi cuaca pancaroba saat ini yang juga membuat imunitas tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit.
"Sekarang masyarakat harus waspada, menyusul cuaca yang tidak menetap, kadang hujan kadang tidak," ujarnya, Rabu (7/9/2022).
"Jadi memang daya tahan tubuh kita harus senantiasa dimaksimalkan, supaya virus-virus itu tidak mudah masuk ke dalam tubuh," tambahnya.
Selain itu, Ellfi menjelaskan demam yang dialami orang DBD tidak jauh berbeda dengan demam pada umumnya.
Sehingga, ia mengingatkan agar masyarakat segera datang ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan diagnosa dari dokter agar segera dilakukan penanganan.
Baca juga: Angka Penyakit DBD di Kendari per Juni 2022 Capai 155 Kasus, Waspadai Perubahan Cuaca Eksrim
"Sebenarnya DBD, demam dulu, setelah itu turun, di situlah fase aktifnya baru naik kembali demamnya, di situlah biasa orang sudah tidak tertolong," ujarnya.
Sementara nyamuk aedes aegypti yang membawa penyakit DBD, biasanya beraksi pada waktu pagi dan sore hari.
Menurutnya, tidak hanya di rumah tetapi juga di wilayah yang berpotensi bersarangnya nyamuk seperti di sekolah maupun perkantoran. (*)
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)