BPJS Kesehatan

Apa Bedanya PBI dan BPJS? Simak Syarat dan Cara Pendaftarannya, Bisa Dapat Bantuan Iuran

Berikut ini perbedaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan, syarat dan cara mendaftarnya.

Istimewa
Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jadi solusi untuk warga Indonesia yang keberatan dengan iuran bulana. Berikut ini perbedaan syarat dan cara mendaftarnya. 

- Akan dilakukan pendataan oleh Kementerian Sosial/Dinas Sosial kabupaten/kota sesuai kriteria yang telah ditentukan pemerintah pusat.

- Kepesertaan ditetapkan oleh Menteri Sosial melalui Keputusan Menteri Sosial dan didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan kepada BPJS Kesehatan.

Baca juga: Peserta BPJS Kesehatan Kendari Diimbau Bayar Iuran Tepat Waktu, Diingatkan Lewat Telepon hingga SMS

Masyarakat bisa melakukan penggantian, penghapusan, atau penambahan kepesertaan BPJS Kesejatan PBI.

Penggantian data kepesertaan BPJS Kesehatan PBI akan diverifikasi dan divalidasi oleh Menteri Sosial.

Kemudian, ditetapkan oleh Menteri Sosial setelah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan menteri atau pimpinan lembaga terkait.

Verifikasi dan validasi penggantian data kepesertaan BPJS Kesehatan PBI dilakukan setiap 6 bulan dalam tahun anggaran berjalan.

Berikut syarat-syarat menjadi peserta BPJS Kesehatan PBI.

Baca juga: Lowongan Kerja Kendari, Scuto Buka Loker Marketing Staff, Kualifikasi dan Cara Daftar

Syarat peserta BPJS Kesehatan PBI

Sebelum melakukan pendaftaran, masyarakat harus memenuhi kriteria peserta BPJS Kesehatan PBI.

Berikut syarat peserta BPJS Kesehatan PBI:

- WNI (Warga Negara Indonesia)

- Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Foto Kolase - BPJS Kesehatan dan RS Siloam di Kota Baubau
Foto Kolase - BPJS Kesehatan dan RS Siloam di Kota Baubau (Handover)

Nomor telah terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)

- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI berlaku sejak peserta didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Yakni, melalui penetapan oleh Menteri Sosial.

Kemudian, ke depannya, bayi yang dilahirkan dari ibu yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan PBI secara otomatis terdaftar juga sebagai peserta.

(Grid.co.id/Kintan Nabila)

Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved