IAIN Kendari
Mahasiswa KKN IAIN Kendari Hasilkan 30 Produk Inovasi, Jadi Sumber Ekonomi Baru Bagi Masyarakat
Institut Agama Islam Negeri Kendari menyelenggarakan KKN berbasis potensi lokal dengan menerapkan metode ABCD (Asset Based Community Development).
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan KKN berbasis potensi lokal dengan menerapkan metode ABCD (Asset Based Community Development).
Metode ini mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk inovasi yang menjadi sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat.
Produk tersebut dibuat dengan memanfaatkan potensi daerah yang mereka tempati sebagai lokasi pengabdian.
Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr Abdul Gaffar menyebutkan terdapat 30 produk Usaha Mikro dan Kecil yang dikembangkan oleh peserta KKN.
Kata dia, pengembangan produk ini terbagi secara merata pada empat kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menjadi tempat KKN yaitu Konawe Kepulauan, Wakatobi, Bombana, dan Konawe Utara.
Baca juga: Tim Futsal IAIN Kendari Melaju Babak 16 Besar Usai Tumbangkan UIN Yogyakarta di Pesona I PTKN
"Jadi, pembimbing dan peserta sudah dibekali dengan pendampingan implementasi metode ABCD," katanya pada Senin (15/8/2022).
"Sehingga, mereka langsung mengimplementasikan metode tersebut diawali memetakan potensi lokal," tambahnya.
Selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk dikelola menjadi sumber-sumber ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ia mengatakan produk karya mahasiswa tersebut antara lain pengelolaan limbah sabut kelapa menjadi pot bunga, pengolahan pelepah pisang menjadi keripik, produk minuman herbal Virgin Coconut Oil.
Kemudian, permen dari air kelapa, minuman bubuk jahe penambah imunitas, pengolahan kacang kenari menjadi permen susu dan masih banyak produk lainnya.
Baca juga: Mahasiswa KKN IAIN Kendari Berbagi Tips Membuat Serundeng dari Kelapa ke Warga Wungka Wakatobi
Kata dia, pengolahan produk ini menggunakan cara yang sederhana, sehingga mudah diadopsi, dan beberapa produk tersebut bahkan telah dipasarkan di tengah masyarakat.
Untuk produk paling inovatif dan memiliki potensi besar dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat akan diberikan bantuan dana pengembangan produk melalui program pengabdian.
Setiap kelompok KKN akan mengikuti seleksi dengan mempresentasikan karyanya di hadapan para reviewer dari internal LPPM dan eksternal dari pemerintah daerah dan praktisi UMKM.
Selanjutnya, produk yang dihasilkan juga akan dipamerkan pada kegiatan Ekspose Karya Pengabdian yang diselenggarakan oleh LPPM usai pelaksanaan penarikan mahasiswa KKN, pada 31 Agustus 2022.
Bupati Wakatobi H Haliana memberikan apresiasi yang tinggi atas program KKN yang diselenggarakan di daerah yang dipimpinnya.
Baca juga: Mahasiswa KKN IAIN Kendari Gelar Lomba Adzan hingga Hafalan Al-Quran di Tiga Desa Konawe Utara