Berita Konawe Utara

Mahasiswa KKN IAIN Kendari Gelar Lomba Adzan hingga Hafalan Al-Quran di Tiga Desa Konawe Utara

KKN ini kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejumlah mahasiswa, berlangsung di Konawe Utara (Konut). Tepatnya di Matapila, Andeo dan Tetelupai

Bima Lotunani
KKN IAIN Kendari bersama pemerintah Kecamatan Lasolo, dan juga Pemerintah Desa Andeo, Desa Matapiladan Desa Tetelupai, saat melakukan foto bersama usai membuka kegiatan Gemas, yang bertujuan terus menanamkan nilai-nilai agama sejak dini terhadap anak-anak di Kecamatan Lasolo. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KONUT - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program tahunan yang wajib dilaksanakan semua perguruan tinggi, tanpa terkecuali Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

KKN ini bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari sejumlah mahasiswa yang berlangsung di Konawe Utara (Konut).

Tepatnya di Desa Matapila, Desa Andeo dan Desa Tetelupai, Kecamatan Lasolo Kabupaten Konut, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dengan mengelar kegiatan Gema Anak Soleh (Gemas) KKN IAIN Kendari tiga desa tersebut menghadirkan lomba-lomba islami untuk anak usia dini.

Baca juga: Cara Pemkab Konawe Utara Meriahkan HUT RI ke-77, Gelar Porseni Tiap Kecamatan di Konut Sultra

Diantara kegiatan lomba yang di gelar KKN IAIN Kendari tersebut yakni, hafalan doa, hafalan surah pendek, praktek Sholat, Adzan, dan praktek wudhu.

Ketua panitia kegiatan Aldi, mengatakan kegiatan Gemas di tiga desa ini, anak-anak mampu membangun semangat belajar terutama pentingnya ilmu agama.

Kata Aldi, penerapan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari, adalah 75 persen keagamaan yang telah di amanahkan kampus biru IAIN Kendari terhadap mahasiswa KKN di Konut.

"Kami berharap dapat menanamkan nilai-nilai religius kepada anak-anak  di Konut khususnya seluruh peserta lomba Gemas,"ucap Aldi saat di jumpai usai pembukaan kegiatan, (10/8/2022).

Baca juga: 43 Kontingen asal IAIN Kendari Ikut 10 Cabang Lomba saat Pekan Seni dan Olahraga Nasional di Bandung

Dengan kegiatan ini, mampu menciptakan generasi yang mencintai agama, bangsa, dan negara apalagi di era globalisasi yang membuat banyak anak candu dengan gadget-nya dan lupa belajar ilmu agama.

Sehingga dapat mengajarkan kepada anak terkait membudayakan kreativitas.

Sekaligus dapat membentuk mental kuat sehingga mereka mampu berkomunikasi dengan baik di hadapan banyak orang.

Sementara Arifin yang merupakan perwakilan pemerintah kecamatan mengatakan, sangat mendukung atas terselengaranya kegiatan ini.

"Ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini terhadap anak-anak kita di Lasolo," ucapnya.

Semoga kegiatan ini dapat  menstimulus anak-anak untuk terus menanamkan nilai agama di era globalisasi yang kian cangih," tutupnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/ Bima Saputra Lotunani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved