Ekspresi Ferdy Sambo saat Minta Maaf soal Kasus Brigadir J, Pakar: Nyaris tanpa Ekpresi tapi Tegang
Pakar mikro ekspresi membaca ekspresi dan nada bicara Ferdy Sambo yang minta maaf soal kasus yang tewaskan Brigadir J saat datang ke Bareskrim Polri.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/irjen-ferdy-sambo-4-agustus.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kadiv Propam Polri Non-aktif Irjen Pol Ferdy Sambo disebut mungkin tak menyesalkan atas kejadian yang menewaskan ajudannya, Brigadir J.
Hal itu diungkakan oleh Pakar Mikro Ekspresi, Kirdi Putra.
Kirdi membaca ekspresi dan nada bicara Irjen Pol Ferdy Sambo yang pada pagi hari ini Kamis (4/8/2022) mendatangi Bareskrim Polri guna diperiksa terkait kasus penembakan Brigadir J.
Diketahui bahwa sebelum menjalani pemeriksaan, Irjen Pol Ferdy Sambo yang mengenakan seragam dinas beserta masker hitam, menemui awak media dan menyampaikan permohonan maaf.
Baca juga: Bharada E Jadi Tersangka Pembunuhan, Pengacara Brigadir J: Yang Kirim Ancaman Bukan Bharada Eliezer
Menurut Kirbi, dari bagian hidung dan mata yang terlihat, Irjen Pol Ferdy Sambo disebut nyaris berbicara tanpa ekspresi.
"Kalau kita melihat dari bagian upper face, wajah ke atas, mulai dari sebatas hidung ke atas, terlihat sekali nyaris tanpa ekspresi," ungkap Kirdi, Kamis, seperti dilansir TribunnewsSultra.com dari kanal YouTube KompasTV.
Namun, lanjut Kirdi, saat digabungkan dengan nada bicara, Irjen Pol Ferdy Sambo sebenarnya dalam kondisi tegang.
"Tetapi begitu kita gabungkan dengan suara, yang kita lihat bahwa suaranya itu menandakan bahwa dia tegang sebetulnya," sebut Kirdi.
Baca juga: Perhatikan Pasal yang Jerat Bharada E, DPR: Berarti Pelaku Pembunuhan Brigadir J Tidak Hanya Satu
Terkait permintaan maaf, Kirdi menilai bahwa tata bahasa atau kalimat yang dilontarkan Irjen Pol Ferdy Sambo tampak tertata dan lugas.
Hal itu dianggap menarik oleh Kirdi karena menurutnya selugas apapun karakter seseorang, kondisi psikologisnya akan terpengaruh apabila mengetahui orang dekatnya meninggal dunia.
"Kalau kita bicara tentang permintaan maaf, ini permintaan maaf yang sudah tanda petik dirancang dengan baik karena memang bukan langsung dia bicara secara tiba-tiba dari hatinya," ucap Kirdi.
Dengan demikian, Kirdi mengatakan ada kemungkinan bahwa Irjen Pol Ferdy Sambo tak menyesalkan peristiwa yang menimpa Brigadir J.
"Apakah benar-benar menyesal untuk terjadinya kematian dari Brigadir J ini, jawabannya bisa jadi tidak," tandasnya.
Baca juga: Bharada E Ditetapkan Tersangka oleh Timsus Kapolri atas Pembunuhan Brigadir J, Ada Tersangka Lain?
Adapun Irjen Pol Ferdy Sambo diperiksa Bareskrim Polri setelah penetapan tersangka Bharada E.