Berita Konawe Selatan

Diduga Penyebab Banjir di Konawe Selatan, Kementerian ESDM Didesak Setop Aktivitas Tambang PT GMS

Banjir di Desa Wila, Kabupaten Konawes Selatan, Sulawesi Tenggara, di diduga disebabkan oleh ktivitas penambangan PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS).

Penulis: La Ode Muh Abiddin | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Menurut DPP PLH, Alamsyah - Menurutnya, banjir di Desa Wila, Kabupaten Konawes Selatan, Sulawesi Tenggara, di diduga disebabkan oleh ktivitas penambangan PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Diduga menyebabkan banjir di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) didesak menyetop aktivitas pertambangan PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS).

Sebelumnya, banjir melanda Desa Wila dan sekitarnya di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), beberapa waktu lalu.

Banjir itu merendam rumah-rumah warga sehingga mengakibatkan kerugian materil.

Baca juga: Mahasiswa Ditikam OTK saat Hendak Nongkrong di Lokasi Pesta Miras di Depan Kampus UHO Kendari

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pembaharu Lingkungan Hidup (PLH), Alamsyah, banjir itu dipicu oleh ktivitas penambangan PT GMS.

"Banjir kali ini merupakan banjir yang sangat parah, karena bacampur dengan lumpur," ujarnya lewat rilis resmi yang diterima TribunnewsSultra.com, Kamis (7/7/2022).

"Kami duga ini juga akibat dari aktivitas penambangan karena disitu terjadi pengundulan hutan," lanjutnya.

Alam menjelaskan, genangan air hujan yang keluar dari sedimen meluncur deras hingga ke pemukiman warga kerena sudah tidak ada lagi daerah resapan.

Baca juga: Lanud Haluoleo dan BPOM Kendari Belajar Layanan Publik ke Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara

"Untuk itu, jika betul dugaan kami ini, maka kami harap agar PT GMS segera menghentikan aliran air yang keluar dari sedimen pont ke media lingkungan dan mengelola air larian ke dalam sedimen pont sebelum memiliki izin pembuangan limbah cair," tuturnya setengah menuntut.

"Itu merupakan kewajiban mereka, sebagaimana yang tertuang dalam Kepmen ESDM No 1827k/30/MEM/2018 dan Permen LHK No. 5 Tahun 2021 pasal 3" tegasnya.

Pengurus Pusat LMND itu mendesak, agar Kementrian ESDM untuk mengevaluasi aktivitas PT GMS.

Lebih lanjut, Kementrian LHK mesti meninjau kembali aktivitas PT GMS yang diduga menjadi pemicu terjadinya banjir.

"Kami akan bertandang di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) guna melaporkan insiden banjir yang merendam puluhan rumah warga bahkan diduga sampai mencemari laut sekitaran Desa wia-wia hingga menjadi keruh," jelasnya.

Baca juga: Kata Pengamat Soal Dampak Wings Air Stop Penerbangan Kendari ke Wakatobi terhadap Sektor Pariwisata

Dugaan ini bukan tanpa alasan.

Menurut Sekjen DPP PLH, Jeri Kesos, PT GMS pernah mendapatakan surat teguran Kementrian ESDM terkait aktivitasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved