Penjelasan Lengkap Kemenkes soal Cacar Monyet hingga Update Kasus Monkeypox di Indonesia

Penjelasan WHO dan Kemenkes RI terkait Apa itu Cacar Monyet, Penyebab, Sejarah, Gejala, update kasus di Indonesia, hingga komplikasi penyakit.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
rte.ie via Tribunnews.com
Foto: Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik. Seorang pakar penyakit menular Rusia mengklaim bahwa Monkeypox tidak dapat dianggap sebagai pandemi karena kasus yang ditemukan kecil. Begini penjelasan WHO dan Kemenkes RI terkait Apa itu Cacar Monyet, Penyebab, Sejarah, Gejala, update kasus di Indonesia, hingga komplikasi penyakit. 

Cacar Monyet termasuk dalam self limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh sendiri.

Syahril mengatakan bahwa Cacar Monyet dengan sendirinya akan sembuh setelah masa inkubasi selesai.

"Setelah 2-4 minggu, setelah masa inkubasi selesai, penyakit ini akan sembuh sendiri. Jadi, tidak terlalu berat," papar Syahril.

Diketahui bahwa sejak beberapa negara melaporkan temuan kasus Cacar Monyet pada 13 Mei 2022, hanya sekitar 10 persen pasien yang dirawat di rumah sakit.

Hingga kini, belum ada laporan kematian akibat kasus cacar monyet di negara-negara terkonfirmasi.

Baca juga: Hepatitis Misterius Diduga Menular Lewat Oral & Pernapasan, Warga Diimbau Tak Renang di Kolam Umum

"Sehingga kita harus tetap tenang, jangan panik, tetapi tetap waspada karena ini sangat menular dan membuat tidak nyaman," ungkap Syahril.

Syahril juga menyatakan bahwa yang perlu diperhatikan ialah jika terjadi komplikasi Cacar Monyet, khususnya bagi seseorang dengan imunitas rendah atau komorbid.

Cacar Monyet pun rentan menyerang anak-anak, usia 40-50 tahun, serta penderita immunocompromised atau orang dengan masalah imun.

Komplikasi Penyakit Akibat Cacar Monyet

Berikut sejumlah komplikasi yang berpotensi diakibatkan oleh Cacar Monyet:

1. Infeksi sekunder (infeksi baru yang muncul setelah sebelumnya ada infeksi lain).

2. Bronkopneumonia (pneumonia yang menyebabkan infeksi dan peradangan pada bronkus dan alveolus).

3. Sepsis (komplikasi akibat respons tubuh terhadap infeksi) .

4. Ensefalitis (radang otak).

5. Infeksi kornea yang menyebabkan kebutaan.

(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar) (Kompas.com/Diva Lufiana Putri)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gejala Cacar Monyet dari Hari ke Hari Menurut Kemenkes"

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved